Sungai Brantas yang mengering di Mojokerto dimanfaatkan warga sebagai jalan pintas menuju Sidoarjo dan tempat bersantai pada sore hari, Senin (19/10/2026). (Foto: iNews).

MOJOKERTO, iNews.id - Sungai Brantas di Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mengering saat musim kemarau. Warga memanfaatkan kondisi tersebut dengan membangun jalan pintas menuju Sidoarjo yang kini ramai dilalui pekerja dan pelajar.

Jalan alternatif itu membelah dasar sungai dengan menghubungkan tanggul di wilayah Mojokerto dan Sidoarjo. Warga membuat jalan setapak selebar sekitar dua meter, sedangkan bagian sungai yang masih dialiri air dilintasi menggunakan jembatan sederhana dari bambu.

Keberadaan jalan pintas ini memudahkan warga yang setiap hari bepergian antara Mojokerto dan Sidoarjo. Mereka tidak perlu memutar melewati Jembatan Rolak Songo dan Jembatan Turi yang dikabarkan akan dibongkar untuk dibangun kembali.

Sungai Brantas yang mengering di Mojokerto dimanfaatkan warga sebagai jalan pintas menuju Sidoarjo dan tempat bersantai pada sore hari. (Foto: iNews).

Randi, salah seorang pekerja yang melintasi jalur tersebut, mengaku perjalanan menjadi lebih singkat dengan adanya akses alternatif itu. "Kalau kerjanya ke Sidoarjo lewat sini, kalau lewat Turi memutar lebih jauh. Selisihnya lebih cepat," ucap Randi.

Selain menjadi jalur penghubung, dasar Sungai Brantas yang mengering juga menarik perhatian warga untuk bersantai pada sore hari. Sejumlah warga datang untuk menikmati suasana sungai, sementara anak-anak terlihat mandi di bagian aliran air yang menyusut.

Fita, seorang ibu rumah tangga, mengatakan lokasi tersebut menjadi tempat warga sekitar menghabiskan waktu pada sore hari. "Main saja sore-sore sama anak-anak," kata Fita.

Jalan pintas itu dibangun secara swadaya oleh warga sejak sekitar dua pekan lalu. Menurut Suyanto, warga setempat, pembangunan dilakukan untuk membantu anak sekolah dan pekerja yang membutuhkan akses antara kedua wilayah tersebut.

Warga yang melintas tidak dikenai tarif khusus. Mereka hanya diperkenankan memasukkan uang seikhlasnya ke dalam kotak yang disediakan di lokasi.

"Mau ngasih syukur, ya enggak mau enggak papa tapi ada yang toleransi ngasih seribu atau dua ribu," kata Suyanto, salah satu warga sekitar.

Meski membantu memperpendek perjalanan, penggunaan dasar sungai sebagai jalur transportasi perlu memperhatikan keselamatan, terutama jika debit air Brantas kembali meningkat saat hujan atau terjadi pelepasan air dari hulu.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network