Toko Oleh-Oleh di Malang Diserbu Pemudik, Keripik Tempe Paling Laris (Foto: iNews/Avirista)
Avirista Midaada

MALANG, iNews.id - Toko oleh-oleh khas Malang untuk membeli buah tangan dari kampung halaman disebut pemudik. Salah satu yang dibanjiri pemudik yakni pusat oleh-oleh Keripik Tempe Sanan yang ada di Kota Malang.

Tampak pada H+4 lebaran sejumlah pembeli telah berdatangan sejak Jumat pagi (6/5/2022) di salah satu toko pusat oleh-oleh keripik tempe bernama Swari. Ratusan pengunjung silih berganti untuk membeli oleh-oleh pusat oleh-oleh ini. Para pengunjung yang rata-rata pemudik dari luar kota Malang rela mengantri untuk membeli oleh-oleh khas Malang ini.

Seorang wisatawan yang berasal dari Bekasi, Jawa Barat, Retno mengatakan bahwa ia membeli keripik tempe di pusat oleh-oleh tersebut untuk rekan dan kerabatnya. Ia mengaku datang ke Kota Malang untuk berlibur.

"Saya beli untuk rekan dan kerabat saja. Saya berlibur tiga hari ke Kota Malang, bukan dalam rangka mudik," ucap Retno, Jumat (6/5/2022).

Sementara pembeli lainnya asal Sidoarjo, Jawa Timur, Dewi mengungkapkan, dia berbelanja produk keripik tempe dan keripik buah di Kota Malang untuk dibawa ke kampung halamannya di Lumajang.

"Berbagai jenis keripik buah dan keripik tempe. Saya senang berbelanja di sini. Ini untuk bingkisan saudara-saudara di kampung di daerah Lumajang," ujar Dewi.

Pemilik pusat oleh-oleh keripik tempe Swari, Rudy Adam mengatakan, jika lebaran tahun 2022 ini, permintaan oleh-oleh di tempat usahanya meningkat hingga 200 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Bahkan peningkatan permintaan oleh-oleh sudah terjadi mulai malam 21 atau tanggal 22 April 2022 kemarin," katanya.

Untuk mengatasi lonjakan permintaan, pihaknya menginstruksikan kepada seluruh karyawan produksi untuk menggoreng keripik tempe sebanyak-banyaknya agar saat hari raya lebaran. Langkah ini dilakukan supaya mencukupi kebutuhan oleh-oleh para pemudik yang akan kembali ke kampung halamannya.

"Permintaan oleh-oleh sudah mulai ramai pada Ramadan malam 21 kemarin. Kami antisipasi dengan menggoreng sebanyak-banyaknya, agar cukup saat hari raya," ucapnya.

Atas lonjakan itu, pihaknya merasa sangat kewalahan, bahkan dirinya membantu karyawan di toko hingga larut malam, karena beberapa stok di rak display sudah habis. 

"Kami cukup kewalahan, Hari raya ketiga buka itu full, kami sampai harus menata oleh-oleh di rak toko hingga larut malam," tuturnya.

Dari seluruh produk oleh-oleh yang tersedia di tempat ini, para pemudik banyak berminat membeli produk keripik tempe rasa-rasa, serta keripik buah. 

"Yang paling banyak diminati kripuk tempe buah dan original. Buah nangka dan apel yg sering laku," katanya.

Pihaknya menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan tersebut, usaha miliknya telah menyiapkan kurang lebih sebanyak tiga ton berbagai jenis keripik buah dan keripik tempe. Produksi juga terus dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan oleh-oleh tersebut.

"Untuk persiapan lebaran tahun ini kita menyiapkan tiga ton keripik berbagai jenis, mulai keripik buah hingga keripik tempe," kata Rudy Adam. 

Namun, Rudy enggan merinci berapa besar jumlah omzet yang diraupnya pada masa libur Lebaran kali ini. Pada toko miliknya tersebut, berbagai jenis keripik tempe dijual mulai kisaran harga Rp8.500 per kantong.

Menurutnya, kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan perayaan Hari Raya Idul Fitri pada tahun 2020-2021. Dia memperkirakan, jumlah wisatawan yang berbelanja pada toko miliknya tersebut mengalami peningkatan hingga empat kali lipat pada libur Lebaran kali ini.

"Perbedaannya sangat jauh dengan lebaran tahun lalu. Untuk kali ini, sampai empat kali lipat dibanding periode sebelumnya," katanya.


Editor : Nani Suherni

BERITA TERKAIT