Ketiga pelaku pemerkosaan kepada terapis hingga pingsan di Surabaya saat diamankan polisi. (Foto: MPI/Lukman Hakim)
Lukman Hakim

SURABAYA, iNews.id - Seorang terapis berinisial NH (30) mengalami nasib tragis setelah dirinya diperkosa tiga pemuda di Surabaya, Jawa Timur. Korban sampai pingsan dan uang Rp40.000 milik perempuan asal Kabupaten Subang, Jawa Barat serta ponsel dibawa kabur para pelaku.

Ketiga pelaku tersebut kini sudah diamankan Polsek Gubeng. Mereka yakni FCP (20), GDR (23) dan VMD (27). Seluruhnya warga Surabaya.

"Ketiga tersangka kami amankan di rumahnya masing-masing setelah dapat laporan dari korban,” ujar Kapolsek Gubeng Kompol Akay Fahli, Sabtu (19/6/2021).

Dia mengungkapkan, kasus tersebut bermula ketika ketiga pemuda tersebut menyewa kamar kos harian di daerah Bratang senilai Rp75.000 per 3 jam. Mereka memesan kamar itu pada Sabtu (12/6/2021).

GDR kemudian memesan jasa pijat melalui aplikasi. Dia lantas mengirim pesan permintaan jasa pijat ke akun korban.

"Terjadilah kesepakatan dengan harga Rp250.000 untuk layanan pijat selama 90 menit," kata Akay.

Lokasi pijat disepakati di kos harian yang sebelumnya disewa tersangka FCP di kawasan Bratang. Pukul 23.30 WIB, korban datang ke kos pemesan dengan diantar suaminya. Mengetahui korban datang, FCP dan VMD kemudian bersembunyi di dalam lemari.

"Ketiga tersangka ini sejak awal sudah ada rencana jahat," ujar Akay.

FCP dan VMD bersembunyi lantaran hanya memesan terapis untuk satu orang. Sesi pemijatan dimulai pukul 01.00 WIB. Belum sampai 90 menit, GDR menyuruh korban untuk istirahat terlebih dahulu.

Tersangka GDR kemudian duduk di kursi sedangkan korban duduk di ujung kasur sambil main ponsel. Ketika itu korban sedang berbagi pesan pendek dengan suaminya. 

Semenit kemudian, FCP dan VMD keluar dari dalam lemari. Korban pun terkejut. VMD langsung membekap mulut dan merangkul tubuh korban dengan kuat. Sementara GDR memegang tangan dan kaki korban.

Dalam kondisi tidak berdaya, ketiga tersangka memperkosa korban secara bergiliran.

"Aksi itu berlangsung hingga Minggu dini hari," kata Akay.

Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, ketiga tersangka keluar dari kamar kos dan meninggalkan korban yang tak sadarkan diri. Ketiganya kabur melarikan diri dengan mengendarai motor.

Tersangka juga menggondol ponsel dan uang korban Rp40.000 yang ada di dalam tas. 

Hingga pukul 01.00 WIB, suami korban gelisah karena istrinya tak kunjung keluar kamar kos. Saat ditelepon juga tidak diangkat. Suami korban akhirnya memberanikan diri untuk masuk ke kamar kos tersebut. Dia sangat terkejut ketika melihat istrinya tak sadarkan diri dengan luka memar, lebam dan berdarah di wajah dan punggung belakang 

Setelah sadar, NH menceritakan apa yang dia alami kepada suaminya. Mendengar cerita sang istri, suaminya kemudian melapor ke Polsek Gubeng.

Polisi langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu lama pada Minggu (13/6/2021) pukul 11.00, FCP ditangkap di warung ijo Jalan Taman Teratai Surabaya.

Kemudian GDR, ditangkap pada Selasa (15/6/202) pukul 15.50 WIB di rumahnya daerah Jolotundo Surabaya. Pukul 21.00 polisi juga berhasil mengamankan VM di daerah Mojo.

"Kami saat ini masih terus melakukan penyidikan kasus ini," kata Akay.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT