"Awalnya masuk tawon besar. Setelah itu keluar. Besoknya, masuk lagi besar. Saya juga takut. Lama-kelamaan semakin besar. Jadi saat bapaknya sakit dibiarkan saja, sehingga semakin besar dan tambah takut," katanya.
Koordinator BPBD Kabupaten Mojokerto Sukamto mengatakan, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, sudah tujuh sarang tawon vespa yang dievakuasi. "Lagi musim kembang biak sekarang ini, maka itu kita sering dapat laporan dari warga ada sarang tawon. Saya mohon warga segera melapor kalau menemukan, biar tidak membahayakan," katanya.
Sukamto mengungkapkan, tawon vespa memang tidak hanya membuat sarang di pohon, melainkan juga bisa di rumah-rumah warga, utamanya, di lokasi yang tenang, jauh dari aktivitas warga. Biasanya di tempat-tempat yang tinggi, seperti di bawah atap genting atau
"Sukanya di ketinggian, seperti yang barusan kita evakuasi ini. Posisinya di atap rumah warga yang jauh dari aktivitas warga," ucap Sukamto.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait