Polisi menunjukkan barang bukti 31 ton BBM jenis solar yang ditimbun para pelaku. (Foto: iNews.id/Hana Purwadi),
Hana Purwadi

PROBOLINGGO, iNews.id - Empat sindikat penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ditangkap aparat Polres Probolinggo. Sebanyak 31 ton BBM jenis solar diamankan dari keempat tersangka itu. 

Selain dari truk yang sudah dimodifikasi, 31 ton solar tersebut juga diamankan dari gudang penyimpanan di kawasan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Sementara keempat tersangka yang dibekuk yakni B, (45), warga Sumber Asih, yang berperan sebagai sopir truk yang telah dimodifikasi.

Kemudian AR (45) warga Tongas, Probolinggo yang berperan sebagai kernet truk, SW (50) yang penyandang dana pembelian BBM serta  VAP (35), warga Wonoasih, Probolinggo, berperan sebagai penyedia tempat penimbunan BBM. 

Keempat komplotan ini diringkus Satreskrim Polres Probolinggo dalam sebuah patroli gabungan dengan Polsek Dringu. Dari lokasi kejadian, polisi berhasil menyita 31.000 liter BBM bersubisidi jenis solar dan juga sebuah truk dan dua buah pompa penyedot yang dipakai para pelaku dalam beraksi.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, Terbongkarnya sindikat penimbunan BBM bersubsidi ini bermula ketika petugas dari Polsek Dringu melakukan patroli rutin di sebuah SPBU yang masuk Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Dari patroli ini, polisi mendapati sebuah truk yang hendak mengisi solar.

"Lantaran gerak gerik sopir dan kernet truk yang mencurigakan, polisi kemudian melakukan penggeledahan," ujarnya. 

Awalnya polisi mengira dua buah kotak besar yang diangkut merupakan kotak ikan. Setelah dilihat ternyata sebuah kotak yang berisi 900 BBM jenis solar.
 
Dari situ, polisi mengembangkan temuan tersebut dan bergabung dengan Unit Tipiter Satreskrim Polres Probolinggo. Hasilnya, polisi menemukan tempat penimbunan BBM bersubsidi jenis solar di daerah Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. 

"Para pelaku membeli solar di beberapa SPBU yang dimasukkan ke tanki yang telah dimodifikasi. Setelah itu, mereka menyedot solar di dalam tangki truk ke kotak besar dengan menggunakan mesin pompa penyedot," katanya. 

Akhirnya, polisi menyita seluruh barang bukti, termasuk 31 kotak besar yang masing-masing berisi 1.000 liter bbm jenis solar bersubsidi ini. Semua barang bukti kemudian diangkut ke mapolres probolinggo. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, seluruh tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolres Probolinggo. Mereka dijerat Pasal 40 angka 9, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Ancaman hukumannya enam tahun penjara. 


Editor : Ihya Ulumuddin

BERITA TERKAIT