Pesawat udara musuh disimulasikan dengan menggunakan sasaran target drone berupa banshee maupun aeromodelling elektrik. Kemunculan ancaman udara tersebut akan ditindaklanjuti dengan prosedur pengendalian operasi Arhanud yaitu pencarian (detection), pengenalan (identification), penjejakan (tracking), penghancuran (destruction).
Selanjutnya Satuan Tembak Arhanud yang menerima perintah melakukan penembakan menggunakan meriam maupun rudal untuk menghancurkan sasaran sampai hancur berkeping-keping.
Berbagai inovasi juga dikembangkan dalam latihan ini berupa aplikasi sistem Mata Komando yang dapat memonitor secara live streaming pelaksanaan kegiatan satuan mulai dari pergeseran pasukan dari home base Satuan sampai Daerah Latihan Pandanwangi serta mekanisme jalannya latihan. Tidak hanya itu, Pratu Teguh Septiawan berhasil menciptakan alat ATLAS Monitoring Firing Unit yang dapat diaplikasikan untuk Rudal Mistral.
Selain latihan menghadapi musuh, dilaksanakan penembakan kehormatan oleh Dankodiklatad beserta para tamu undangan yang hadir serta penyematan brevet master gunner. Prajurit Arhanud juga melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pemberian bantuan dana untuk pembangunan Masjid Baitul Kamal di Desa Pronojiwo, pemberian sembako kepada masyarakat sekitar, bantuan keramik untuk masjid setempat, kantor desa, sekolah dan pondok pesantren.
Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait