"Tiga hari tidak ada kabar, lalu putranya punya inisiatif untuk menjenguk. Begitu dia masuk kelihatan sesosok mayat posisi duduk dekat pintu kamar mandi lalu dia teriak-teriak minta tolong warga," ujar Ketua RT setempat, Andre Bustomi.
Petugas Polres Jember yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah proses identifikasi selesai, jasad korban dievakuasi ke kamar jenazah RSD Soebandi Jember untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Meski tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban, polisi tetap melakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung sambil menunggu hasil pemeriksaan medis.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait