Polrestabes Surabaya terus mengembangkan kasus scamming atau penipuan daring jaringan internasional yang melibatkan warga negara asing. (Foto: iNews).

Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku menjalankan aksinya dari Surabaya dengan menyasar warga negara asing, terutama para pengusaha yang dinilai memiliki kondisi ekonomi mapan. Dalam menjalankan aksinya, pelaku diduga menyamar sebagai aparat kepolisian untuk menakut-nakuti dan memeras korban.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, penyidik masih terus mendalami jaringan tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat serta memperkirakan jumlah kerugian yang ditimbulkan.

"Kita berkomitmen bahwa penyidikan ini akan kita tuntaskan dan kita bekerja sama difasilitasi oleh Hubinter, kepolisian Jepang dan juga kepolisian China," ujar Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa puluhan telepon genggam, laptop, dan buku tabungan yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas penipuan.

Saat ini, seluruh tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga terus berkoordinasi dengan pihak berwenang di sejumlah negara untuk mengidentifikasi para korban dan menelusuri aliran dana hasil kejahatan tersebut.


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network