Suasana sebelum persidangan pemilik SMA SPI (Foto: MPI/Avirista Midaada)
Avirista Midaada

MALANG, iNews.id - Sidang tuntutan terdakwa pencabulan Julianto Eka Putra ditunda. Penundaan ini disambut gembira kuasa hukum terdakwa Hotma Sitompul

Dia mengatakan, penundaan sidang tuntutan menunjukkan jaksa ingin mempelajari berkas tuntutan demi menegakkan keadilan. Karenanya dia bersyukur dan berterima kasih atas penundaan pembacaan tuntutan kepada kliennya. 

"Ini membuktikan jaksa yang hadir di persidangan ini sungguh memperhatikan semua yang terungkap di persidangan. Kita lihat berkas setinggi ini adalah wajar, bila jaksa memohon waktu menunda untuk mempelajari lagi lebih baik, sehingga keadilan bisa dicapai," kata Hotma Sitompul usai persidangan di PN Malang, Rabu (20/7/2022). 

Hotma menegaskan, pihaknya tak pernah menyulitkan proses persidangan yang menyangkut kliennya. Bahkan selama 19 kali persidangan, kliennya selalu hadir dan tidak pernah mangkir dari persidangan, sebelum akhirnya ditahan pada 11 Juli 2022 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I A Malang.

"Satu hal penahanan itu hak dari majelis hakim. Kami hanya ingin bertanya 11 bulan tidak pernah mempersulit persidangan, tidak pernah mangkir selalu hadir. Pertanyaannya mengapa dikeluarkan surat penahanan," tuturnya.

Pihaknya pun bakal mengawal jalannya persidangan dan meminta majelis hakim tidak terpengaruh adanya tekanan dari sejumlah pihak di luar persidangan.

"Mari kita kawal, kita awasi jangan mempengaruhi persidangan. Hati-hati walau saya percaya persidangan tidak terpengaruh, oleh itu jangan ada orang yang sudah bilang dia bersalah dia harus dihukum berat. Mintalah hukum seadil-adilnya, bukan hukum berat. Pertanyaan saya kalau itu kena mereka, apakah mereka akan teriak begitu tentu lain," katanya. 

Sebagai informasi, Pemilik SMA SPI menjadi terdakwa kejahatan seksual sendiri kini telah ditahan di Lapas Lowokwaru Malang. JE diamankan tim gabungan dari Polda Jawa Timur dan Kejati Jawa Timur di Surabaya. JE tiba di Lapas Lowokwaru Malang pada Senin (11/7/2022) sore pukul 16.45 WIB dengan pengawalan ketat petugas. 

JE ditahan selama 30 hari ke depan sambil menunggu persidangan tuntutan. Rencananya JE bakal menjalani persidangan tuntutan pada Rabu 20 Juli 2022 pada perkara kekerasan seksual.


Editor : Ihya Ulumuddin

BERITA TERKAIT