Aksi demonstrasi massa di Kota Surabaya, Jumat (26/6/2026) ricuh. Massa merusak gedung Grahadi. (Foto: iNews)

SURABAYA, iNews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyayangkan sekaligus mengecam keras aksi anarkistis oknum pendemo yang merusak sejumlah fasilitas di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026). 

Pasalnya, bangunan bersejarah tersebut saat ini justru masih dalam tahap renovasi total akibat insiden pembakaran oleh massa pada 2025 lalu.

Aksi unjuk rasa ratusan massa yang awalnya berjalan tertib berujung ricuh hingga diwarnai bentrokan sengit dengan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah fasilitas publik di area luar dan dalam Gedung Grahadi mengalami kerusakan cukup parah. Massa yang emosional nekat melakukan tindakan vandalisme dan perusakan:

Massa membongkar dan merusak struktur pagar pembatas Gedung Grahadi.

Material batu dari pagar yang dihancurkan tersebut kemudian digunakan massa untuk melempari petugas kepolisian serta merusak kaca dan fasilitas di dalam area gedung.

Melihat kondisi aset negara yang kembali rusak, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Adhy Karyono, langsung turun ke lokasi untuk meninjau titik-titik kerusakan. Ia menegaskan insiden ini menjadi pukulan telak bagi pemerintah daerah.

"Peristiwa perusakan ini sangat kami sayangkan dan menjadi pukulan tersendiri bagi Pemprov Jatim. Gedung Grahadi ini belum selesai sepenuhnya dari proses pemulihan dan renovasi akibat kebakaran besar setahun lalu. Belum juga pembangunan ini rampung, sekarang sudah dirusak lagi," ujar Adhy Karyono dengan nada kecewa, Sabtu (27/6/2026).

Meski kecewa dengan tindakan anarkistis pendemo, Adhy memberikan apresiasi tinggi kepada kesigapan aparat keamanan yang bergerak cepat mengendalikan situasi di lapangan, sehingga eskalasi kericuhan tidak meluas ke struktur utama bangunan.

Sebagai informasi, aksi demonstrasi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai sebagian kelompok tidak berpihak kepada rakyat kecil.


Editor : Kastolani Marzuki

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network