Pelaku saat digelandang ke Mapolres Bangkalan beserta sepeda hasil curian. (Foto: iNews.id/Taufik Syahrawi).
Taufik Syahrawi

BANGKALAN, iNews.id - Seorang ayah di Bangkalan tega menjadikan anaknya sebagai pencuri. Pelaku berinisial MS (45) warga Desa Mrecah, Kecamatan Tanah Merah ini mengajak anaknya yang masih di bawah umur untuk menjadi eksekutor

Aksi pelaku MS bersama anaknya terekam CCTV dan tersebar di media sosial sejak seminggu terakhir. Terdapat dua rekaman CCTV yang membuat warga geram pada pelaku karena tega melibatkan anaknya sendiri.

"Dua rekaman CCTV tersebut semuanya terjadi di wilayah kota Bangkalan. Pada rekaman pertama di perumahan Griya Abadi. Disitu jelas terlihat MS membonceng anaknya, lalu diturunkan untuk mengeksekusi sasaran," kata AKP Bangkit Dananjaya, Kasat Reskrim Polres Bangkalan, Minggu (4/5/2022).

Sementara pada rekaman kedua terjadi di Perumahan Graha Mentari yang memperlihatkan terlihat pelaku yang sama. Namun petualangan tersangka MS dan anaknya tersebut akhirnya terhenti. Hal ini setelah ia berhasil dibekuk anggota buru sergap polres bangkalan yang dibantu warga setempat.

"Pelaku dibekuk saat hendak beraksi lagi di salah satu kompleks perumahan. Setelah dua rekaman CCTV tersebar, kami memang memantau langsung beberapa lokasi perumahan yang kami prediksi akan menjadi sasaran pelaku," ujar Bangkit.

Dari hasil penggeledahan di rumah tersangka, polisi menemukan delapan sepeda dengan merek ternama. Pelaku tampaknya memang menyasar sepeda angin merek tertentu yang memiliki nilai jual tinggi hingga jutaan rupiah, termasuk sepeda merek Polygon Xtrada milik anggota Polres Bangkalan, Sunardi Suhendarto. 

"Pelaku mengaku sudah beraksi di 10 tempat berbeda. Tapi 2 sepeda hasil curiannya sudah laku terjual ke orang lain," ujar Bangkit Dananjaya lagi.

Tersangka M-S juga mengakui, ia memang sengaja melibatkan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar untuk memudahkan saat beraksi, terutama untuk mengelabuhi dan tidak menimbulkan kecurigaan warga. Tersangka M-S dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. "Ancaman maksimal 7 tahun penjara," katanya. 


Editor : Ihya Ulumuddin

BERITA TERKAIT