Lima mahasiswa Unair penemu hand sanitizer berbahan limbah nasi.(Foto: Sindonews/Aan Haryono)

Menurut Yasmin, formula tersebut memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, tidak mengandung metanol, sehingga tidak menimbulkan efek toksisitas. Kedua, bahan dasar yang digunakan alami, sehingga murah.

Ketiga, kandungan itu tidak hanya berperan sebagai antibakteri, tetapi juga sebagai antivirus dan antifungi. “Kami menggunakan metode destilasi bertingkat serta peragian untuk mendapatkan kadar bioetanol dari limbah nasi. Takarannya sesuai dengan kadar efektif hand sanitizer, yakni sekitar 60 hingga 80 persen,” katanya.

Sementara itu, ekstraksi daun kemangi dilakukan menggunakan metode maserasi. Pelarut dengan tingkat kepolaran tertentu digunakan agar mendapatkan ekstrak yang diharapkan. Finalisasi uji fitokimia juga telah dilakukan.

Yasmin menambahkan, ide memanfaatkan limbah nasi itu muncul lantaran tidak sedikit nasi yang terbuang secara cuma-cuma dari warung makan. Selain itu, fasilitas cuci tangan di era pandemi masih minim.


Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2 3
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network