Tangkapan layar saat dua terduga korban pencabulan pemilik SMA SPI Batu datang di Podcast Deddy Corbuzier. (avirista midaada).
Avirista Midaada

MALANG, iNews.id - Korban pencabulan SMA SPI Batu dilaporkan ke polisi gegara tampil di podcast Deddy Corbuzier dan Denny Sumargo. Namun, kuasa hukum terdakwa Julianto Eka Putra mengklaim bukan dia yang membuat laporan. 

Kuasa Hukum Julianto, Dito Sitompul mengakui pihaknya mendengar laporan tersebut. Namun dia memastikan, bukan Julianto yang melaporkan, melainkan seseorang yang disebut korban, tapi tidak merasa menjadi korban kekerasan seksual oleh Julianto. 

"Pada intinya ternyata dari yang katanya dibilang di CCTV, itu merasa difitnah. Kalau orang tersebut tidak merasa dicabuli, maka dia menggunakan haknya untuk melaporkan hal tersebut ke Bareskrim tidak di Polda Jatim. Ada satu di Polda Jatim dan satu di Bareskrim. Itu yang di CCTV dan satu lagi yang difitnah di podcast," katanya sesuai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Malang, Rabu (10/8/2022).

Sementara Philipus Sitepu, kuasa hukum Julianto Eka menyebut, laporan itu hak dari seseorang yang awalnya disebutkan menjadi korban, tetapi karena merasa namanya difitnah menjadi korban maka orang itu balik melaporkan terduga korban yang menjadi bintang tamu di podcast youtuber Deddy Corbuzier dan Denny Sumargo.

"Apapun itu adalah hak mereka. Karena disebut mereka sebagai korban pencabulan juga. Tapi mereka tidak merasa menjadi korban pencabulan, jadi dia membela haknya, karena nama mereka sudah tercemar," ungkap Philipus.

Dirinya meminta menanyakan langsung kepada kepolisian terkait laporan yang diajukan dengan terlapor korban kekerasan seksual yang juga mantan siswa SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu. Tetapi dipastikan laporan itu bukan mengatasnamakan institusi sekolah SMA SPI maupun Julianto Eka Putra.

"Tapi untuk lebih jelasnya, bisa ditanyakan di Polda atau Bareskrim. Daripada salah, tanyakan langsung kepada penyidik. Yang melaporkan bukan atas nama JE. Itu pribadi, karena mereka yang merasa menjadi korban," katanya.

Sejauh ini pihaknya masih menunggu proses waktu untuk melakukan upaya hukum tandingan terkait isi yang disampaikan saat terduga korban diundang podcast okeh Deddy Corbuzier. Namun pihaknya tak menutup kemungkinan laporan itu bakal dilayangkan oleh pihaknya, tetapi setelah proses hukum perkara kekerasan seksual ini dirasa selesai.

"Kita masih menimbang semua. Dan dalam hukum itu kita harus membuktikan kalau memang ini nanti tidak terbukti, kita akan upayakan hukum. Kita akan laporkan semua yang terlibat dalam hal ini. Termasuk yang otak rekayasa akan kita laporkan," tuturnya.

Diketahui, pendamping korban SPI Kota Batu mengungkapkan adanya laporan yang menjerat terduga korban kekerasan seksual dan eksploitasi ekonomi. Laporan dilayangkan pasca pada terduga korban diundang podcast di YouTube milik Deddy Corbuzier.

Pelapor melayangkan terduga korban itu melanggar Undang-undang ITE karena mencemarkan nama baik sekolah SMA SPI dan sang pemilik sekolah Julianto Eka Putra.


Editor : Ihya Ulumuddin

BERITA TERKAIT