Ketua DPD Partai Perindo Kota Malang Laily Fitriyah Liza Min Nelly (Avirista Midaada/MNC Portal)
Avirista Midaada

MALANG, iNews.id - Seluruh kader Partai Perindo Kota Malang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memenangkan partai pada Pemilu 2024. Hal itu diungkapkan Ketua DPD Partai Perindo Kota Malang Laily Fitriyah Liza Min Nelly dalam rapat konsolidasi, Minggu (4/9/2022).

Laily Fitriyah Liza Min Nelly mengungkapkan, tugas memenangkan partai tak hanya bertumpu pada pengurus di tingkat DPD dan DPC di lima kecamatan yang ada di Kota Malang. Terpenting menurutnya, para kader di tingkat bawah justru juga harus ikut bergerak.

"Semua kader memiliki tanggung jawab dan tugas masing-masing, tugasnya adalah untuk kemenangan partai perindo. Bagaimana untuk nanti ke masyarakat meyakinkan bahwa partai kami ini layak untuk dipilih," kata Nelly.

Melihat jalannya rapat konsolidasi sepanjang hari Minggu ini, Nelly optimistis tugas dan tanggungjawab itu bisa diemban para kadernya. Terlihat dari pemaparan materi dari narasumber, setiap kader tampak antusias dan semangat sejak awal digelar.

"Yang datang ini dengan semangatnya, saya melihat tidak ada yang meninggalkan kursi mulai dari jam 08.00 itu sudah bisa tercermin bahwa mereka antusias sebenarnya. Biasanya kan jenuh, tapi saya lihat ada semangat, dan niat untuk memenangkan partai perindo,' ungkap dia.

Usai konsolidasi ini langkah lanjutan juga bakal dilakukan. Dimana pihaknya ingin turun ke tingkat DPC di masing-masing kecamatan hingga anak kelurahan untuk bersilaturahmi, sekaligus memastikan mesin partai berjalan menyongsong Pemilu 2024.

"Kita juga turun ke kelurahan, dan anak ranting. Tadi anak ranting juga sudah terpenuhi kita turun memberikan motivasi lebih mengakar," ujarnya.

Di sisi lain Sutopo Dewangga selaku Konsultan politik menyarankan kepada Perindo Kota Malang agar bisa menghitung kekuatan di setiap kelurahan yang ada di Kota Malang. Artinya bila di kelurahan itu memungkinkan mendulang suara banyak, maka harus mendatangi dan memfokuskan ke kelurahan yang pendukungnya sedikit.

"Dengan pembagian yang ada seperti itu biar teman-teman bisa tepat sasaran, artinya secara kuantitatif bisa dihitung. Tidak sekedar selama ini ada cuma klaim saja, sekian ribu sekian ratus mendukung tapi di mana kan mereka nggak tahu," terang Sutopo Dewangga.

"Itu penting supaya ketika mengembangbiakkan itu jelas, tapi kan selama ini mereka begini kalau misalnya Kelurahan sudah pendukungnya banyak, ya sudah didatangi terus ngapain," ujar Nelly.

Dia pun menyebut, dari lima kecamatan di Kota Malang wilayah Kecamatan Klojen menjadi yang terketat di persaingan kontestasi politiknya. Sebab di kecamatan ini jumlah kursi yang diperebutkan lebih sedikit dibanding kecamatan lainnya.

"Kemudian Klojen itu prototipe masyarakat mapan, kecenderungan sudah kelas menengah ke atas jadi nggak mudah, kalaupun ada menengah ke bawah itu kan di pinggir-pinggir," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki

BERITA TERKAIT