Salah satu peninggalan Kerajaan Pajajaran. (Foto: serarahlengkap).

SURABAYA, iNews.id - Karajaan Pajajaran kembali berjaya di masa kepemimpinan Prabu Nilakendra. Sejumlah infrastruktur 
megah dibangun untuk menarik pandangan mata. Beberapa di antaranya sejumlah taman di depan keraton merekonstruksi ulang istana serta memasang berbagai ukiran di tembok-tembok istana. 

Tetapi sebagaimana buku "Hitam Putih Pajajaran : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" dari Fery Taufiq El Jaquenne, pembangunan fisik yang dilakukan Nilakendra tak diimbangi dengan pembangunan spiritual dan kepastian keamanan.

Padahal jika ia belajar dari sejarah, seharusnya Nilakendra tahu bahwa Pajajaran mengalami kemerosotan signifikan, salah satunya karena faktor keamanan. Pasca Prabu Siliwangi memerintah, wilayah Pajajaran semakin sering diganggu keamanannya oleh musuh.

Bahkan di masa zaman Nilakendra, musuh-musuh sudah mulai mendekat ke dalam keraton. Masyarakat Sunda sudah banyak yang membangkang, mulai pemerintahan, pemuka agama, hingga raja mereka di daerah kekuasaan Pajajaran. 

Parahnya di masa Nilakendra, Pakuan tidak memperhatikan lagi keadaan masyarakat. Prinsip "nyatu tampa ponyo, nginum twak tamba hanaang" atau makan sekedar lapar, minum menghilangkan dahaga, sudah tidak lagi ada. 

Namun yang justru, "wong huma darpa mamangan, Tan igar yan yan pepelekan" yang berarti para petani merasa kurang makanan, tidak merasa senang bila tidak bertanam sesuatu. 


Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network