Dhimas menekankan, data historis pergerakan kapal sangat krusial untuk membantu tim SAR dan pihak berwenang mengidentifikasi insiden di laut secara akurat, termasuk mendeteksi potensi kelalaian rute atau tabrakan dengan infrastruktur vital bawah laut.
Saat ini stasiun pemantau AISITS telah disiagakan di 15 titik strategis di seluruh wilayah Indonesia yang berhadapan langsung ke arah laut lepas.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait