Jenazah tiga santri korban ambruknya Ponpes Al khoziny yang berhasil diidentifikasi disalatkan sebelum diserahkan ke pihak keluarga. (Foto: iNews)

Sementara itu, Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Wahyu Hidayati menjelaskan bahwa proses identifikasi masih menghadapi kendala besar, terutama pada body part atau bagian tubuh yang tidak lengkap.

“Kesulitannya mengidentifikasi body part itu karena posisinya tidak lengkap dan tidak ada tanda-tanda khusus pada bagian tubuh yang ada. Sehingga kami hanya bisa bergantung pada pemeriksaan DNA,” ujarnya.

Dia menambahkan, proses pencocokan DNA antara bagian tubuh terpisah dan tubuh utama membutuhkan ketelitian tinggi.

“Seperti sebelumnya, ada body part yang baru bisa teridentifikasi dua hari lebih lambat dari tubuh utamanya. Nah, kondisi seperti ini juga kami temui saat ini,” katanya.

Proses identifikasi korban Ponpes Al Khoziny dilakukan secara intensif oleh tim gabungan dari RS Bhayangkara Polda Jatim, Pusdokkes Polri, Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), dan sejumlah instansi terkait.

Kombes Kusnan menegaskan bahwa seluruh tahapan dilakukan dengan akurasi 99,99 persen melalui pencocokan data antemortem dan postmortem.


Editor : Donald Karouw

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network