SDN Jenggolo tempat korban dan pelaku penganiayaan sekolah. (Foto: MPI/Avirista Midaada).
Avirista Midaada

MALANG, iNews.id - Kasus penganiayaan bocah Sekolah Sasar (SD) di Malang membuat heboh dunia pendidikan di hari guru nasional. Siswa kelas II SDN Jenggolo, Kepanjen, Kabupaten Malang diduga dianiaya sejumlah kakak kelasnya hingga sempat koma dirawat di rumah sakit (RS).

Penelusuran di sekolah korban di Jalan Raya Jenggolo Nomor 1, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang suasana memang tampak lengang pada Jumat sekitar pukul 10.45 WIB. Tepat Jumat ini tiga minggu dari pengakuan orang tua korban anaknya dirundung dan dianiaya oleh terduga pelaku, di antaranya kelas 6.

Di sekolah kegiatan belajar mengajar (KBM) hanya terlihat pada kelas 6 saja, sementara kelas 1-5 sudah pulang. Di luar beberapa orang tua siswa sudah mulai melakukan penjemputan ke anak-anaknya.

Para orang tua siswa itu mengaku mendengar peristiwa itu karena telah viral, namun orang tua yang mayoritas menjemput anaknya kelas 6 SD tak tahu persis kejadian itu. Seolah-olah ada ketakutan orang tua memberikan keterangan atau informasi kepada media. 

Tepat pukul 11.15 WIB, siswa-siswa kelas 6 SD terlihat meninggalkan ruangan. Tak banyak siswa yang terlihat, perkiraan hanya dalam hitungan 15-20 siswa. 

Wakil Kepala SDN Jenggolo Andik Sujatmiko membantah mengetahui kejadian dugaan perundungan yang terjadi pada Jumat (11/11/2022) lalu. Menurut Andik, pihak sekolah telah menerapkan pengawasan ketat ke para siswa selama berada di area sekolah. 

"Jadi sekolah ini telah menerapkan sekolah ramah anak dan telah menyosialisasikan cyber bullying. Apapun juga yang mengalami kenakalan dari siswa, silakan melaporkan ke bapak ibu guru," kata Andik Sujatmiko ditemui di SDN Jenggolo.

Bahkan beberapa guru setiap kali istirahat dan pulang diakuinya telah ditempatkan di beberapa lokasi khusus di area sekitar sekolah. Ada beberapa guru yang istirahat di kantor untuk mengawasi bagian utara, sebagian lagi ada yang di area selatan di UKS untuk mengawasi depannya kamar mandi dan perpustakaan.

"Jadi semua daerah kalau ada siswa pak ada gelut lansung cepat penanganannya. Selama ini kami tidak pernah menerima laporan adanya kenakalan dari siswa-siswa, wajar kalau rebutan pulpen rebutan itu wajar anak-anak kelas 1,2, itu wajar," tuturnya.

Sedangkan kejadian yang dialami MW baru diketahui sekolah setelah ada Bhabinkamtimas Polres Malang yang datang ke sekolah pada Sabtu esoknya (12/11/2022). Dari laporan itu diketahui kejadiannya ternyata berada di luar area sekolah tepatnya di Bendungan Sengguruh, yang berlokasi sekitar 300 meter ke selatan sekolah.

"Tahunya dari Bhabinkamtibmas datang hari Sabtu, bilang pak ada pengeroyokan siswa njenengan di Bendungan Sengguruh, bendungan itu di luar area sekolah, bukan di area sekolah," katanya. 

Diketahui, bocah SD di Kabupaten Malang dianiaya oleh kakak kelasnya, Jumat (11/11/2022). Korban diseret dari sekolahnya di SDN Jenggolo, lalu dieksekusi bermai-ramai. 

Setelah itu korban ditinggalkan begitu saja sebelum akhirnya ditemukan pencari rumput yang membantunya menyeberangkan kembali ke sekolah. Akibat kejadian itu korban mengalami pusing dan mual, hingga akhirnya koma. 


Editor : Ihya Ulumuddin

BERITA TERKAIT