Berdasarkan informasi dari Panitia Pusat SNPMB 2026, modus yang digunakan pelaku tergolong rapi. Joki tersebut memodifikasi foto pada kartu tanda peserta agar terlihat mirip dengan wajahnya namun tetap memiliki data administrasi peserta asli. Hal ini bertujuan agar sistem pengenalan wajah awal tidak langsung menaruh curiga.
Atas kejadian ini, Universitas Negeri Malang meningkatkan pengawasan di hari-hari berikutnya, termasuk memeriksa rekaman CCTV secara real-time dan memperketat verifikasi fisik peserta. Kasus ini kini menjadi atensi khusus Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) untuk mencegah kejadian serupa di pusat ujian lainnya.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait