Dia menjelaskan, kejadian bermula saat S mendatangi pihak yang memiliki utang untuk menagih pembayaran. Namun, K belum dapat memenuhi permintaan tersebut hingga keduanya terlibat cekcok.
“Si S ini nagih utang, terus karena si K ini tidak dapat memenuhi permintaan untuk melunasi utang, ada cekcok mulut,” ucapnya.
Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi perkelahian. Polisi menyebut S kembali ke lokasi setelah mengambil celurit, sebelum akhirnya terlibat bentrokan dengan K.
Akibat kejadian itu, S mengalami luka robek pada bagian punggung dan belakang kepala, tepatnya di dekat telinga kiri. “Luka yang paling parah itu lecet robek di punggung sama di sebelah kepala belakang dekat telinga kiri,” ucapnya.
Polisi mengamankan K pukul 14.30 WIB, atau sekitar satu jam setelah kejadian. Saat ini, penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut, termasuk motif dan kronologi bentrokan yang menyebabkan perangkat desa itu mengalami luka serius.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait