Adanya pertunjukkan tersebut membuat masyarakat tanah Sunda banyak yang menganut agama Islam karena metode dakwah yang digunakan oleh Sunan Gunung Jati.
Hingga sekarang, Gamelan tersebut masih dimainkan oleh pihak keraton, meskipun usianya sudah ratusan tahun. Rangkaian gamelan seperti gong, bonang dan saron tersebut masih tersimpan dengan rapi di museum pusaka keraton kasepuhan Cirebon.
Terkadang gamelan tersebut masih digunakan pada acara pementasan ketika terdapat hari besar tertentu agama Islam.
Wafatnya Sunan Gunung Jati
Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati yang merupakan anggota Wali Songo wafat pada usia 120 tahun, yakni pada tahun 1568 Masehi.
Dapat dibayangkan perjalanan hidup yang telah dilalui oleh seseorang dengan umur yang sudah begitu lama. Karena Syarif Hidayatullah hidup kurang lebih 120 tahun, maka dalam masa-masa tuanya ia habiskan sendirian tanpa adanya kerabat yang menemani.
Syekh Syarif Hidayatullah telah wafat meninggalkan dunia, namun perannya membuahkan hasil, dengan banyaknya orang Indonesia khususnya orang Jawa yang telah memeluk agama Islam tanpa paksaan.
Putra dan Cucunya tidak sempat memimpin Cirebon karena sudah meninggal terlebih dahulu, sehingga cicitnya yang memimpin setelah Syekh Syarif Hidayatullah. Syekh Syarif Hidayatullah kemudian dikenal dengan Sunan Gunung Jati karena dimakamkan di Bukit Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait