SURABAYA, iNews.id - Sebanyak 20.927 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dipulangkan ke daerah asal setelah menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo. Ribuan TKI tersebut diperbolehkan pulang ke daerah masing-masing setelah dinyatakan sehat dan bebas Covid-19.
Dari total 20.927 PMI, 16.677 di antaranya dijemput pemerintah daerah asal tempat tinggalnya. Sedangkan sisanya pulang sendiri.
"Hingga kini, proses pemulangan PMI masih terpantau dengan baik. Sejumlah PMI yang telah dikarantina dan dinyatakan sehat langsung dijemput keluarga melalui pemda setempat atau pulang secara mandiri," kata Kepala Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja (P2TK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, Budi Raharjo, Selasa (10/8/2021).
Dari Data Posko Penanganan Kepulangan PMI sampai tanggal 8 Agustus 2021, pukul 23.59 WIB, tercatat ada empat daerah asal PMI yang menempati urutan terbanyak pemulangan PMI dengan jumlah di atas 1.000 orang, diantaranya, Kabupaten Sampang sebanyak 2.589 orang, Kabupaten Pamekasan 1.423 orang, Kabupaten Bangkalan 1.239 orang dan Kabupaten Malang 1.081 orang.
Sedangkan empat kota yang paling sedikit jumlah pemulangan PMI-nya yakni Kota Madiun 14 orang, Kota Pasuruan 7 orang, Kota Probolinggo 7 orang dan Kota Mojokerto 4 orang. Sementara jumlah kumulatif PMI yang masih dikarantina di Asrama Haji ada 21.572 orang.
Jumlah kumulatif karantina PMI Non-Jatim ada 3.419 orang. Sedangkan jumlah kumulatif karantina PMI Mandiri/Hotel ada 1.828 orang.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebelumnya mengatakan, karantina tersebut merupakan usaha untuk memastikan para PMI dan keluarga mereka tetap aman dan terjaga dari penyebaran Covid-19. Pemprov Jatim, kata dia, menerapkan tiga lapis upaya penanganan Covid-19.
"Saat tiba Jatim (PMI) akan diswab PCR. Jika hasilnya negatif dapat dijemput daerahnya dan pulang untuk dilanjutkan karantina lokal. Kalau positif Covid-19 dirujuk ke Rumah Sakit Lapangan Indrapura," ujar Khofifah.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait