Kondisi banjir di wilayah Jombang, Rabu (7/12/2022). (foto: iNews.id/Mukhtar Bagus).
Mukhtar Bagus

JOMBANG, iNews.id - Ribuan rumah di Jombang terendam banjir, Rabu (7/12/2022) pagi. Air setinggi 50-150 sentimeter menggenangi sedikitnya tujuh desa di tiga kecamatan di Kabupaten Jombang. 
 
Ketiga kecamatan tersebut yakni Kecamatan Bareng, Kecamatan Mojowarno dan Kecamatan Mojoagung. Dari tiga wilayah ini, kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Mojoagung, tepatnya di Desa Kademangan dengan ketinggian air 1,5 meter. 

Meski begitu, warga di tiga kecamatan memilih bertahan di dalam rumah. Mereka menolak mengungsi, meski seluruh bagian rumah terendam air. Pantauan di lokasi, beberapa warga bahkan tidur di tempat-tempat tinggi yang sudah mereka buat sebelumnya.

Sementara itu di Desa Betek, Kecamatan Mojogung, terjangan Sungai Kaligunting membuat plengsengan sungai ambrol hingga mengikis pekarangan warga. Akibatnya, satu rumah nyaris roboh karena posisinya kini menggantung, tepat di atas bibir sungai. 
 
Warga berharap pemerintah segera membangun plengsengan atau tanggul di tepi sungai untuk melindungi tanah dan rumah-rumah warga. "Banjir ini terjadi tiap tahun. Tapi belum ada penanganan. Kami berharap ada perbaikan plengsengan tanggul agar rumah tidak ambrol," kata salah seorang warga Muhammad Arifin. 

Anggota BPBD Jombang Adi Riyanto mengatakan, banjir terjadi akibat hujan deras sejak Selasa (6/12/2022) kemarin. Intensitas hujan yang tinggi menyababkan sungai meluap dan masuk ke permikiman warga.


Editor : Ihya Ulumuddin

BERITA TERKAIT