Aksi demonstrasi massa di Kota Surabaya, Jumat (26/6/2026) ricuh. Massa merusak gedung Grahadi. (Foto: iNews)

Selain itu, menolak keras terhadap rancangan revisi Undang-Undang (UU) Polri dan UU TNI. 

Hingga malam ini, aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi untuk mengantisipasi adanya massa susulan yang kembali berkumpul.

Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk protes atas kondisi ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat.

"Hari ini adalah perpanjangan napas perlawanan warga Kota Surabaya. Yang kami rasakan di lapangan, harga kebutuhan pokok terus naik dan semakin memberatkan masyarakat, termasuk pelaku UMKM," ujar Septia kepada wartawan di depan Grahadi.


Editor : Kastolani Marzuki

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network