Selain itu, menolak keras terhadap rancangan revisi Undang-Undang (UU) Polri dan UU TNI.
Hingga malam ini, aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi untuk mengantisipasi adanya massa susulan yang kembali berkumpul.
Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk protes atas kondisi ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat.
"Hari ini adalah perpanjangan napas perlawanan warga Kota Surabaya. Yang kami rasakan di lapangan, harga kebutuhan pokok terus naik dan semakin memberatkan masyarakat, termasuk pelaku UMKM," ujar Septia kepada wartawan di depan Grahadi.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait