Zona Merah Covid-19 di Jatim Tinggal 11 Daerah

Ihya Ulumuddin ยท Rabu, 10 Juni 2020 - 20:45 WIB
Zona Merah Covid-19 di Jatim Tinggal 11 Daerah
Ilustrasi zona merah

SURABAYA, iNews.idZona merah atau kategori risiko tinggi kasus Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) berkurang menjadi 11 kabupaten/kota. Sedangkan 22 kabupaten/kota berganti status menjadi zona oranye, dan lima kabupaten kota berganti menjadi zona kuning.

Ke-11 kabupaten/kota tersebut antara lain Kota Surabaya; Kabupaten Sidoarjo; Kabupaten Gresik; Pamekasan; Jombang; Malang; Sidoarjo; Situbondo; Bojonegoro; Pasuruan; Tuban, Lamongan, Kota Mojokerto, Kota Batu, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Mojokerto.

Sedangkan lima kabupaten/kota yang berstatus zona kuning antara lain Kabupaten Trenggalek; Kota Pasuruan; Kabupaten Ponorogo; Lumajang, dan Kota Blitar.

Sementara 22 daerah zona oranye atau risiko sedang antara lain Kabupaten Sampang; Kota dan Kabupaten Probolinggo; Kabupaten Bondowoso, Kabupaten dan Kota Madiun; Kabupaten Blitar; Jember, Nganjuk, Bangkalan, Sumenep, Tulungagung, Banyuwangi, Magetan, Ngawi, Kota Kediri, Kota Malang, dan Pacitan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, selama dua pekan terakhir, kasus Covid-19 di beberapa daerah mengalami penurunan. Bahkan, beberapa di antaranya tidak ada penambahan sama sekali, sehingga statusnya turun menjadi risiko rendah.

“Selain itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan angka kematian juga terkontrol. Sementara angka kesembuhan secara persentatif terus mengalami peningkatan,” katanya.

Atas progres tersebut, pasien di beberapa rumah sakit rujukan juga terkontrol. Di Magetan, Madiun dan Ngawi misalnya, jumlah bed yang tersedia cukup banyak.

“Tetapi ada juga beberapa daerah seperti Surabaya dan Sidoarjo jumlah bednya terbatas. InsyaAllah dalam seminggu ke depan jika kedisiplinan meningkat, kurva di Jatim bisa semakin melandai bahkan menurun,” ujarnya.

Khofifah berharap, zonasi Covid-19 ini tidak sampai membuat masyarakat lengah, sehingga mengurangi tingkat kewaspadaan. Jika itu terjadi, lanjut Khofifah, maka bukan tidak mungkin akan terjadi gelombang kedua penularan Covid-19.

“Tetap waspada, disiplin, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan terapkan pola hidup bersih dan sehat. Patuhi protokol kesehatan demi kebaikan bersama,” kata Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Diketahui, zonasi Covid-19 ini dibuat sesuai indikator dari Gugus Tugas Pusat. Zonasi ini berdasarkan risiko tinggi, sedang dan rendah serta area tidak terdampak. Untuk risiko tinggi diebut zona merah; risiko sedang disebut zona oranye; risiko rendah disebut zona kuning dan daerah tidak terdampak disebut zona hijau.


Editor : Ihya Ulumuddin