Warga Pesisir Sidoarjo Waspada! Banjir Rob Diperkirakan Masih Terjadi hingga 19 Juni
Kondisi ini menambah beban para petambak yang harus menanggung kerugian akibat hilangnya hasil budidaya sekaligus biaya perbaikan infrastruktur tambak yang rusak.
Warga menyebut banjir rob di kawasan pesisir Sedati terjadi berulang setiap tahun. Bahkan, dampaknya kini semakin terasa karena abrasi yang terus mengikis garis pantai dan merusak tanggul penahan air laut.
"Sejak hari Senin. Setahun itu kira-kira empat kali banjir rob," kata salah satu warga pesisir, Mulyawati.
Sejumlah lokasi yang sebelumnya dapat diakses melalui jalur darat kini hanya bisa dijangkau menggunakan perahu saat banjir rob terjadi. Batas antara daratan dan area tambak juga semakin sulit dikenali karena banyak tanggul yang hilang akibat abrasi.
Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah penanganan jangka panjang untuk mengurangi dampak banjir rob yang terus berulang. Selain faktor pasang air laut, kerusakan kawasan pesisir dinilai turut memperparah genangan yang terjadi setiap tahun.
Editor: Kurnia Illahi