Warga Keluhkan Layanan PDAM, Bupati Gresik Malah Sepakat Naikkan Tarif

Ashadi Iksan ยท Senin, 29 Januari 2018 - 22:28 WIB
Warga Keluhkan Layanan PDAM, Bupati Gresik Malah Sepakat Naikkan Tarif
Ilustrasi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). (foto: Sindonews)

GRESIK, iNews.id - Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyetujui kenaikan tarif yang diajukan manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gresik. Keputusan tersebut diambil di tengah keluhan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan.

Disepakati antara PDAM Gresik dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kenaikan tarif sebesar Rp275 per meter kubik. Tarif saat ini menjadi Rp1.500 dari sebelumnya Rp1.225 per meter kubik. Keputusan tersebut disesalkan warga.

"Kami sangat menyesalkan atas kenaikan tarif PDAM sebab layanannya selama ini kurang baik. Macet dan kualitas airnya buruk," ujar Maryanto warga Jalan Kuala Kapuas, Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Gresik, Jawa Timur (Jatim), senin (29/1/2018).

Pelayanan dengan kualitas serupa juga terjadi di Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Kecamatan Manyar. Warga juga mengeluh air yang kerap macet seperti halnya warga GKB. Bahkan salah seorang warga mengklaim dalam sebulan kerap terjadi aliran air yang macet.

"Sangat sering air PDAM di PPS macet. Sampai-sampai harga rumah di PPS turun, gara-gara air PDAM tidak lancar," kata Nanang Fahruddin.

Keluhan tantang layanan PDAM Gresik tak didengarkan. Dalam dengar pendapat publik (public hearing) menyoal penyesuaian tarif air minum PDAM yang berlangsung di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Sambari Halim selaku bupati tetap menyepakati kenaikan tarif.

"Saya jamin sampai saat ini harga air PDAM Gresik lebih murah dari kabupaten dan kota manapun di Jawa Timur," ujar Bupati Sambari kepada masyarakat yang hadir.

Sambari juga mengatakan, kekurangan biaya produksi akan ditalangi manajemen PDAM. Semula Direktur PDAM Muhammad menawarkan adanya pembagian harga mulai dari golongan I sebesar Rp1.600 per meter kubik dan golongan II sebesar Rp1.800 per meter kubik. Tarif itu mengikuti ongkos produksi air sebesar Rp4.675 per meter kubik.

Namun, kata dia, saat ini produksi air PDAM Gresik sebesar 1.280 liter per detik. Jumlah ini masih sekitar 27 persen dari jumlah kebutuhan masyarakat.

"Saya yakinkan, ke depan tidak akan ada krisis air di Gresik. Selain ada teken kontrak dengan Proyek Umbulan. Kami juga punya tandon raksasa di Bendung Gerak Sidomukti dengan cadangan air sebesar 10 juta meter kubik. Kalau semuanya sudah selesai, maka Gresik tak akan kekurangan air," ungkapnya.


Editor : Achmad Syukron Fadillah