Warga Desa Miliarder di Tuban Mulai Resah "Diteror" Sales, Tawarkan Mobil Mewah dan Apartemen

Ashadi Iksan · Rabu, 24 Februari 2021 - 16:27:00 WIB
Warga Desa Miliarder di Tuban Mulai Resah "Diteror" Sales, Tawarkan Mobil Mewah dan Apartemen
Dua orang sales tampak menemui warga di salah satu jalan Desa Sumbergeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu (24/2/2021). (Foto: SINDOnews/Ashadi Iksan)

TUBAN, iNews.id - Ketenaran nama Desa Sumbergeneng sebagai salah satu "desa miliarder" di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim) mulai menimbulkan masalah baru. Saat ini, warga mulai resah karena banyak sales yang mendatangi mereka setiap hari.

Menurut warga, banyak sales yang masuk ke desa mereka sejak desa mereka viral, mulai dari menawarkan mobil mewah hingga apartemen. Sebelumnya memang warga Desa Sumbergeneng membuat heboh netizen dan masyarakat Indonesia karena disebutkan berlomba-lomba membeli mobil mewah setelah mendapat ganti rugi pembebasan lahan proyek kilang minyak Grass Roat Refinery (GRR) Pertamina

"Sejak viral lalu, ada banyak sales masuk," ujar salah satu warga RT 1 RW 1, M Sodikin Andhika (22), Rabu (24/2/2021).

Pantauan lapangan, para sales itu datang bergerombol. Ada juga yang sendirian. Sebelum masuk desa, mereka berkumpul di salah satu warung luar desa.

Para sales itu tidak hanya datang dari Tuban, tapi juga dari Surabaya dan Jawa Tengah. Bahkan, mereka didominasi sales dari Semarang dan sebagian Jakarta.

Pengakuan Sodikin, sales itu rata-rata menawarkam mobil mewah. Mereka juga menawarkan property seperti rumah mewah dan apartemen. Bahkan, banyak juga yang menawarkan asuransi jiwa maupun barang mewah.

"Tidak peduli rumah yang bagus atau biasa, semuanya dimasuki dan ditawari," katanya.

Kehadiran para sales itu, lanjut Sodikin, mulai membuat warga resah. Sebab, para salea itu masuk ke rumah. Bahkan, rumah yang tidak ada orangnya langsung dibuka dan dimasuki. 

"Sehari bisa lima kali lebih. Padahal, dulu paling satu kali sebulan," ujar laki-laki yang kuliah di Universitas Ronggolawe itu.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2