Virus Korona Merebak, Desa Wisata Kopi di Pasuruan Sepi Wisatawan

Antara · Jumat, 13 Maret 2020 - 19:00 WIB
Virus Korona Merebak, Desa Wisata Kopi di Pasuruan Sepi Wisatawan
Ida Irawati, pengelola tempat wisata ditemui di Kabupaten Pasuruan, Jumat (13/3/2020). (Foto: Antara)

PASURUAN, iNews.id - Desa Wisata Kopi di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) kini sepi wisatawan mancanegara akibat merebaknya virus korona. Kondisi ini sudah terjadi sejak lima bulan terakhir.

Pengelola tempat wisata, Ida Irawati mengatakan sejak November 2019 sudah tidak ada lagi kunjungan turis asing. "Biasanya dalam sebulan itu ada tiga sampai lima kunjungan turis asing ke sini," katanya, Jumat (13/3/2020).

Biasanya, wisatawan asing yang sering bekunjung yakni dari Australia, Italia, Jerman, Belanda dan Korea Selatan. Wisatawan biasanya datang untuk belajar membuat kopi secara konvensional.

"Selain itu, mereka juga ingin melihat langsung kopi dari Pasuruan," katanya.

Sebelum ada virus korona, total jumlah kunjungan wisatawan sekitar 200 orang, 50 orang di antaranya turis asing.

Luasan lahan di Dusun Gunungsari, lokasi wisata kopi Pasuruan mencapai 35 hektare. Wisata di sini dikelola bersama 25 anggota kelompok tani setempat, dengan produksi empat kuintal per tiga hektare dalam sebulan.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah setempat melalui pintu masuk Juanda pada Januari 2020 turun sebesar 17,03 persen, dibandingkan jumlah kunjungan wisman bulan Desember 2019. Awalnya sebanyak 20.546 menjadi 17.047 kunjungan.

Kunjungan didominasi wisatawan berkebangsaan Malaysia yang mencapai 4.603 kunjungan atau turun 29,77 persen. Diikuti kebangsaan Singapura dengan 1.873 kunjungan atau turun 40,52 persen, dan kebangsaan China sebanyak 1.784 kunjungan atau turun sebesar 6,65 persen dibandingkan Desember 2019.


Editor : Umaya Khusniah