Virus Korona, Gubernur Khofifah: Tak Perlu Panik, Sampai Borong Masker dan Sembako

Ihya Ulumuddin ยท Selasa, 03 Maret 2020 - 11:22 WIB
Virus Korona, Gubernur Khofifah: Tak Perlu Panik, Sampai Borong Masker dan Sembako
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: iNews.id).

SURABAYA, iNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) meminta masyarakat tidak panik menyusul adanya kasus virus korona di Indonesia, apalagi sampai melakukan aksi borong masker dan sembako. Menurutnya, pemerintah telah melalukan penanganan dengan baik.

"Situasi Jatim relatif aman dan terkendali. Tak perlu panik. Apalagi sampai harus memborong masker dan menimbun kebutuhan pokok di rumah," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Selasa (3/3/2020).

Menurutnya, kepanikan justru akan memperparah situasi yang ada saat ini. Saat ini pemerintah langsung bekerja cepat, setelah ada warga Indonesia terjangkit.

Di Jatim, pemerintah juga sudah memperketat pengawasan di berbagai pintu masuk, termasuk menyiapkan 73 rumah sakit rujukan.

"Kalau kita menyikapinya biasa saja, tentu situasi tetap normal. Tapi kalau seperti ini (melakukan aksi borong dan menimbun sembako), ditambah lagi banyak hoax di medsos akhirnya masyarakat juga panik," katanya.

Senada dengan Khofifah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak panic buying akibat virus korona.

“Anggota peritel modern selalu siap untuk hadir dan memenuhi kebutuhan pangan maupun non pangan masyarakat di seluruh Indonesia,”

Begitu juga dengan Aprindo Jatim yang telah merilis imbauan senada. Stok bahan kebutuhan pokok di Jatim sangat cukup, karena itu, masyarakat tidak perlu panik belanja.

"Karena tindakan yang berlebihan ini justru membuat kepanikan baru di saat seluruh kebutuhan masyarakat sebetulnya dapat terpenuhi," katanya.

Diketahui, Presiden Jokowi mengumkan dua warga negara Indonesia (WNI) positif tertular virus korona. Pengumuman ini membuat sebagian masyarakat ketakutan, hingga melakukan aksi borong kebutuhan pokok dan masker.


Editor : Umaya Khusniah