get app
inews
Aa Text
Read Next : Viral! Ketua Komisi II DPRD Gorontalo Diintimidasi saat Sidak Tambang Emas

Viral Kepala Bayi Tertinggal di Rahim Ibu saat Melahirkan, Ini Penjelasan Dinkes Bangkalan

Selasa, 12 Maret 2024 - 15:34:00 WIB
Viral Kepala Bayi Tertinggal di Rahim Ibu saat Melahirkan, Ini Penjelasan Dinkes Bangkalan
Dinkes Bangkalan saat memberikan keterangan terkait viral ibu melahirkan dengan kondisi kepala bayinya tertinggal di rahim. (Foto: MPI/Diwan Mohammad Zahri)

BANGKALAN, iNews.id - Nasib malang menimpa Mukarromah (25) seorang ibu muda asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Bayinya meninggal dengan kondisi kepala tertinggal di rahim saat melahirkan.

Kisahnya menjadi perhatian publik usai video curhatnya terkait hal tersebut viral di media sosial. Berawal saat dia datang ke puskesmas untuk minta suraty rujukan melahirkan di RS. Namun bukannya diberi rujukan, dia justru diminta bersalin di puskesmas tersebut.

Saat itu bayi yang diperiksa disebutkan dalam kondisi sungsang. Suami Mukarromah tidak terima dengan tindakan bidan dan sudah melaporkan dugaan malapraktik ke polisi.

Kabar ini pun langsung mendapat bantahan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Mereka menyebut hal tersebut tidak benar.

Kepala Dinkes Bangkalan Nur Chotibah mengatakan, bayi tersebut diperkirakan telah meninggal 2 minggu di dalam kandungan. Pihaknya telah melakukan audit pada 8 Maret 2024 yang dihadiri dokter spesialis kandungan RSUD Syamrabu Bangkalan dan RS Glamour Surabaya, Kepala Puskesmas Kedungdung serta bidan hingga Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Hasil audit tim yakni IUFD (Intrauterine Fetal Death) atau bayi meninggal dalam kandungan kurang lebih 2 minggu. Umur kehamilan 45 minggu, lewat sekitar 4-5 minggu dari HPL (Hari Perkiraan Lahir),” ujarnya, Selasa (12/3/2024)

Dia juga mengatakan, saat datang ke Puskesmas Kedungdung, tensi darah pasien tinggi mencapai 180 sehingga hal itu membuat bayi dalam kandungan mengalami keracunan dari tubuh ibunya.

"Berat bayi 1 kilogram dan mengalami keracunan karena tensi ibunya tinggi sehingga hal itu yang menghambat perkembangan bayi," katanya.

Chotibah menambahkan, pihaknya juga melakukan audit bersama tim IUFD dan hasil audit menyatakan bayi meninggal sekitar 7 hingga 10 hari sebelum pasien tiba di Puskesmas Kedungdung pada 5 Maret lalu.

"Kondisi bayi meninggal dalam kandungan kurang lebih 10 hari," katanya.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut