Viral Curhatan Dokter Deny di Medsos sebelum Meninggal karena Covid-19, Ini Isinya

Tikno Arie ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 14:51 WIB
Viral Curhatan Dokter Deny di Medsos sebelum Meninggal  karena Covid-19, Ini Isinya
Ilustrasi dokter meninggal corona. (Foto: Istimewa)

SAMPANG, iNesw.id – Curhatan dokter Deny sebelum meninggal dunia karena Covid-19, viral di media sosial. Curhatan tertulis itu menjadi perbincangan lantaran isinya begitu menyentuh, terutama tentang pesan kewaspadaan terhadap bahaya Covid-19.

Informasi yang dihimpun, curhatan tersebut sengaja ditulis dokter Deny kepada teman seprofesi, serta tenaga medis yang tengah berjuang melawan Covid-19. Dalam curhatannya di media sosial, dokter 35 tahun ini juga sempat meminta agar masyarakat tidak meremehkan virus yang mematikan itu.

Berikut curhatan dokter Deny yang viral di media sosial:

"Ini adalah realitas yang kita hadapi. Kita tidak meminta dipuja, Kita tidak meminta disanjung Kalau memang anda harus keluar rumah karena pekerjaan dan perputaran ekonomi, insya Allah kita akan memahami tapi jangan curigai kami mengada-ada dengan penyakit ini Karena kita tidak akan tau penyakit ini mengenai siapa dan dimana".

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Agus Mulyadi membenarkan catatan pesan tersebut. Dia mengaku dikirimi oleh istri almarhum yang saat ini juga tengah dirawat bersama anaknya karena terinfeksi Covid-19.

“Yang menyebarkan istri dokter Deny sendiri,” katanya seusai membacakan isi catatan kepada wartawan.

Diketahui, satu keluarga tenaga medis di Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur meninggal dunia karena Covid-19. Mereka terdiri atas anak (dokter Deny) serta kedua orang tuanya W dan SR.

Ketiga anggota keluarga ini meninggal dunia dalam kurun waktu sepekan secara berurutan. Dokter Deny yang bertugas di rumah Sampang, meninggal dunia di RS Angkatan Laut Surabaya, Senin (15/6/2020) lalu.

Sedangkan ayah dokter Deny, yang berprofesi sebagai mantri kesehatan di Puskesmas Sampang, meninggal sepekan sebelumnya. Sehari setelahnya, ibu dokter D, (SR), yang berprofesi bidan desa juga meninggal dunia.

Hasil diagnosis, dokter D positif Covid-19. Sedangkan kedua orang tuanya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.


Editor : Ihya Ulumuddin