KOTA BATU, iNews.id – Fenomena badai pasir di Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu viral di media sosial. Peristiwa itu viral setelah videonya diunggah salah satu warga.
Sebagai informasi, angin kencang parah pernah melanda Desa Sumberbrantas, Kota Batu pada tahun 2019 lalu. Saat itu, puluhan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan, dan sejumlah lebih dari 1.000 warga sempat diungsikan.
Badai Lidia Menyebabkan 2 Negara Bagian di Meksiko Hancur
Pada unggahannya di media sosial akun instagram @malangraya_info menyertakan keterangan angin kencang terjadi kawasan Brakseng, Desa Sumberbrantas, Kota Batu, pada Selasa (17/10/2023) sekitar pukul 10.00 WIB.
Terlihat dari video yang beredar di media sosial, angin kencang menerbangkan pasir-pasir. Kencangnya angin bahkan membuat efek seperti badai pasir melanda kawasan Brak Seng, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Selasa (17/10/2023).
Gelombang Badai dan Banjir Hantam Pantai Atlantik Akibat Badai Ophelia
Angin kencang yang menerbangkan pasir ini juga sempat membuat jarak pandang terganggu. Terlihat jarak pandang di kawasan Brakseng, Desa Sumberbrantas, Bumiaji, Kota Batu, menjadi terbatas. Debu itu juga membuat aktivitas salah satu kafe di sekitar Brakseng terganggu dan tutup.
Kasi Kedaruratan BPBD Kota Batu Doddy Fatturachman mengatakan, fenomena badai pasir itu terjadi Selasa (17/10/2023) pagi. Menurut dia, fenomena angin kencang sering terjadi ketika musim kemarau.
"Enggak tiap hari. Jadi memang tergantung cuacanya, enggak terus-terusan kondisinya," kata Doddy.
Soal debu yang berterbangan, kata dia, berasal dari tanah pertanian kentang yang terbawa angin. Sebab, kondisi pertanian yang ada masih belum memasuki masa tanam. Meski begitu, debu yang berterbangan tidak sampai ke pusat Kota Batu.
"Di sana kan kalau musim kemarau istilahnya pengolahan tanah, jadi tanahnya belum ditanami, akhirnya tanahnya kebawa angin, pertanian kentang, tanahnya masih terbuka, di sana musim kemarau ya tanahnya kebawa angin," katanya.
Editor: Kastolani Marzuki