Video Viral Penembakan Gus Idris, Polda Jatim: Kami Pastikan Itu Hoaks!

Rahmat Ilyasan · Selasa, 02 Maret 2021 - 17:07:00 WIB
Video Viral Penembakan Gus Idris, Polda Jatim: Kami Pastikan Itu Hoaks!
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Selasa (2/3/2021). (Foto: iNews/Rahmat Ilyasan)

SURABAYA, iNews.id – Polda Jawa Timur (Jatim) memastikan video viral penembakan pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah, Malang, Idris Al-marbawi (Gus Idris) hoaks. Video itu berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). 

“Jadi terkait adanya dua unggahan video dari akun milik Gus Idris yang beredar di medsos kemarin, itu jelas kami nyatakan hoaks,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Selasa (2/3/2021).

Gatot mengatakan, ada sejumlah fakta yang mereka peroleh hingga memastikan video viral yang menunjukkan Gus Idris terlihat terkapar beberapa saat sebelum naik mobil sementara darah mengucur hingga ke tanah itu, bohong alias hoaks. 

“Dari fakta-fakta yang kami temukan, ada dua unggahan video. Yang pertama hari Senin sekitar jam 22.30 WIB, menceritakan Gus Idris ditembak oleh orang tak dikenal. Video ini di-upload akun di YouTube. Video ini menyebar bahwa Gus Idris tewas ditembak,” katanya. 

“Tapi pada Selasa ada video lagi menyatakan Gus Idris tidak tertembak dan dalam keadaan sehat. Jadi, dapat kami pastikan video itu hoaks. Kami minta masyarakat tidak mudah percaya dan mengecek kebenarannya dulu serta tidak menyebarkan informasi yang salah,” katanya.

Pascaviralnya video penembakan itu, jajaran penyidik dan penyelidik Polres Malang juga telah mencoba mengklarifikasi dengan menggunakan sarana IT di Direktorat Krimsus.  Polisi menyelidiki akun yang pertama kali mengunggah video hoaks itu dan melakukan patroli cyber di medsos. 

Jajaran kepolisian juga mendatangi Ponpes Thoriqul Jannah di Desa Babadan untuk mendapatkan klarifikasi dan baket awal tentang kebenaran kejadian di video tersebut. Hasilnya, video itu tidak benar.

“Jadi, satu video itu hoaks dan satu video klarifikasi,” ujarnya.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2