Vendor Pernikahan di Lamongan Gelar Simulasi Resepsi dengan Protokol Kesehatan

Abdul Wakhid ยท Rabu, 22 Juli 2020 - 08:05 WIB
Vendor Pernikahan di Lamongan Gelar Simulasi Resepsi dengan Protokol Kesehatan
Resepsi pernikahan dengan protokol kesehatan. (Foto: iNews/Abdul Wakhid)

LAMONGAN, iNews.id - Masyarakat diizinkan menggelar resepsi pernikahan di masa pandemi Covid-19. Namun ada sejumlah persyaratan yang harus ditaati, khususnya penerapan protokol kesehatan.

Untuk mendapatkan formulasi pelaksanaan resepsi pernikahan dengan protokol kesehatan, Asosiasi Penyelengara Pernikahan (Apel) Lamongan dan Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) menggelar simulasi pernikahan dan hajatan pada era new normal.

Panitia simulasi pernikahan, Rochmad Setiawan mengatakan, simulasi ini diharap dapat menjawab kebingungan warga yang hendak menggelar resepsi pernikahan.

"Simulasi ini akan menghasilkan prosedur tetap (protap) yang akan kami sampaikan ke Satgas Covid-19 dan mungkin bisa disempurnakan lagi," kata Rochmad di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Selasa (21/7/2020).

Dalam simulasi ini, kata dia, banyak poin yang dihilangkan, khususnya untuk tradisi masyarakat Jawa. Seperti panggih manten (pertemuan mempelai pria dan wanita), tukar kembang mayang, pecah telur dan sungkem.

Bahkan untuk makan atau prasmanan, dia mengatakan, ada dua opsi. Pertama pakai kotak dan langsung dibawa pulang atau dengan katering, namun diambilkan oleh petugas.

"Petugas ketering juga memakai atribut lengkap, sarung tangan, masker dan face shield," ujar dia.

Sesi foto bersama harus ada jeda dan tamu yang ingin bersalaman tidak harus naik ke atas panggung. Begitu juga penataan tempat duduk tamu. Prosedur ini sesuai dengan protokol kesehatan, yakni physical distancing.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan, Fadeli, menyambut baik simulasi tersebut. Dia membenarkan, warga boleh menggelar hajatan, namun dengan protokol kesehatan ketat.

"Saya memahami vendor pernikahan yang terdampak dengan adanya pandemi ini. Simulasi dapat dijadikan contoh pelaksaan pernikahan dengan mengadaptasi kebiasaan new normal," ujar dia.

Dengan menerapkan pola ini, kata dia, ada jalan keluar bagi warga yang ingin menggelar hajatan pernikahan. Sekaligus upaya untuk memulihkan perekonomian di daerah tersebut.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal