Tukang Las di Mojokerto Babak Belur Dihajar Warga karena Curi Uang Mantan Majikan

Sholahudin ยท Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:26 WIB
Tukang Las di Mojokerto Babak Belur Dihajar Warga karena Curi Uang Mantan Majikan
Pelaku pencurian di tempat mantan majikan di Mojokerto diamankan polisi usai dihajar warga. (Foto: iNews/Sholahudin)

MOJOKERTO, iNews.id – Seorang laki-laki di Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) babak belur dihajar warga karena kepergok mencuri uang di gudang las milik mantan majikan. Pelaku nekat mencuri lantaran sakit hati dipecat dan juga diberi gaji kecil.

IB, warga Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini dihajar massa usai kepergok mencuri di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Saat beraksi, pelaku kepergok mantan majikan, Riyanto.

Korban lantas berteriak maling sehingga memancing perhatian warga. Tak ayal, warga segera berusaha menangkap pelaku lantas menghajarnya.

Polisi Polsek Prajurit Kulon yang menerima laporan adanya pencurian segera mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku dari amukan warga. Emosi warga tak terbendung lantaran pelaku mengaku sudah lebih dari sekali melakukan pencurian.

Selain memukuli dengan tangan kosong, warga juga menggunakan helm untuk menghajar pelaku. Bahkan saat pelaku dibawa ke mobil polisi, waga masih berusaha memukul pelaku.

Kepada polisi, pelaku mengaku nekat mencuri lantaran sakit hati. Dia dipecat oleh korban. Tak hanya itu, saat bekerja di gudang las, dia hanya digaji Rp100.000 per hari.

“Pencurian selalu dilakukan di hari Jumat karena memanfaatkan kesempatan pemilik salat Jumat. Saya sudah bekerja 18 tahun di sana,” katanya

Modus yang dilakukan pelaku yakni menggandakan kunci gudang peralatan las. Dengan kunci tersebut, pelaku leluasa masuk dalam gudang dan mengambil uang di saku celana milik Riyanto.

Sementara Kapolsek Prajurit Kulon, Kompol Muhammad Puji mengatakan, dari hasil penyelidikan, pelaku sudah 8-10 kali melakukan aksi pencurian di tempat korban. Akibat pencurian tersebut, total kerugian yang diderita korban mencapai Rp8 juta.

“Pelaku mengaku nekat mencuri juga akibat terdesak kebutuhan ekonomi,” katanya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah uang dan sepeda motor yang digunakan pelaku. Atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah