Tragis! 2 Remaja Dikeroyok Oknum Bonek saat Konvoi Ultah Persebaya, 1 Tewas
SURABAYA, iNews.id – Perayaan hari ulang tahun (ultah) klub sepak bola Persebaya Surabaya pada Rabu (17/6/2026) malam diwarnai tragedi berdarah. Seorang remaja, Gionaldo (18) tewas mengenaskan setelah menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh sekelompok oknum Bonek di kawasan Jalan Sumatera, Surabaya, Jawa Timur.
Korban yang merupakan warga Karangpilang, Surabaya ini mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit akibat kehabisan darah setelah menderita luka sabetan senjata tajam yang cukup parah.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga korban, insiden maut ini terjadi di tengah suasana konvoi dan euforia perayaan ulang tahun tim berjuluk Bajul Ijo tersebut.
Petaka bermula saat korban sedang bersama kakaknya, Daniel, dan seorang temannya bernama Bobby di lokasi kejadian. Korban melihat adanya perkelahian yang pecah di antara sesama kelompok oknum Bonek di jalanan. Berniat baik, Gionaldo bergerak maju untuk melerai pertikaian tersebut.
Alih-alih mereda, kelompok pelaku yang sedang kalap justru berbalik menyerang korban secara brutal menggunakan senjata tajam. Di tengah situasi chaos tersebut, Daniel (kakak korban) berhasil meloloskan diri dari kepungan massa untuk mencari bantuan.
Amukan brutal oknum kelompok tersebut menyasar Gionaldo dan temannya, Bobby. Keduanya langsung tumbang di tempat kejadian dengan luka bacok yang cukup serius.
Rekan-rekan korban yang berada di lokasi langsung melarikan kedua korban ke Rumah Sakit (RS) Ubaya guna mendapatkan penanganan medis darurat di ruang UGD.
Namun takdir berkata lain, Gionaldo dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter diduga akibat kehabisan darah dari luka sabetan senjata tajam di tubuhnya. Sementara itu, Bobby yang mengalami luka bacok di bagian punggung berhasil diselamatkan dan kini sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan jahitan.
Aparat kepolisian dari Polsek Tambaksari dan Satreskrim Polrestabes Surabaya yang menerima laporan langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).
Editor: Kastolani Marzuki