Terlilit Utang, Pemuda di Malang Ini Tega Peras dan Perkosa PSK yang Dipesan

Avirista Midaada ยท Senin, 03 Mei 2021 - 12:58:00 WIB
Terlilit Utang, Pemuda di Malang Ini Tega Peras dan Perkosa PSK yang Dipesan
Pelaku pemerasan dan pemerkosaan terhadap PSK, IY, saat berada di Mapolresta Malang, Senin (3/5/2021). (Foto: iNews.id/Avirista Midaada).

MALANG, iNews.id - Seorang pemuda di Malang diringkus aparat Polresta Malang atas dugaan pemerasan. Pelaku berinisial IY, ditangkap setelah memeras dan memperkosa seorang penjaja seks komersial (PSK) online yang dia pesan. 

Kasus pemerasan dan pemerkosaan ini terungkap setelah korban melapor. Dalam waktu tidak lama, pelaku akhirnya berhasil dibekuk dan ditahan. 

Hasil penyelidikan polisi, tindakan pemerasan ini dilakukan pelaku karena terlilit utang. Untuk mendapatkan uang timbul niat jahat pelaku, yakni mencari sasaran PSK untuk diperas. 

Kapolsek Lowokwaru Kompol Fathur Rahman menuturkan, pelaku IY ini mencari perempuan yang akan dikencaninya melalui aplikasi media sosial twitter pada Jumat 23 April 2021. Setelah mendapatkan perempuan yang diinginkannya, pelaku kemudian mengajak korban, NH (27) bertemu. Saat itu korban memberikan tarif sekali kencan Rp450.000, dan disanggupi pelaku.

Namun pelaku justru berpikir bahwa korbannya telah mendapat banyak pelanggan, sehingga dari sana dia mulai terbersit untuk memeras NH, yang dipesannya melalui Twitter.

"Sebenarnya mulai awal sudah direncanakan, karena dia sudah bawa tali, pisau. Sudah direncanakan dari awal saat ia beristirahat di tempat kerjanya di kantor," ucap Fathur Rahman saat memimpin rilis di Mapolsek Lowokwaru, Senin (3/5/2021).

Usai mendapatkan peralatannya, Fathur pun menemui NH yang sudah menunggunya di sebuah kamar di hotel yang ada Jalan Borobudur, Kelurahan Mojolangu. Setelah sempat berbincang dengan korbannya, IY kemudian menodongkan pisau dan mengancam korban.

"Korban ini diancam pisau lipat, ditaruh di leher, dengan dia minta barang-barangnya yang dibawa. Kebetulan waktu itu memang ada uang, 100.000. Terus handphone smartphone, Itu juga diberikan, karena lainnya nggak ada," katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2