Telusuri Jejak ‘Batik Gringsing’ lewat East Java Fashion Harmony 2020

Ihya Ulumuddin · Minggu, 15 November 2020 - 12:42:00 WIB
Telusuri Jejak ‘Batik Gringsing’ lewat East Java Fashion Harmony 2020
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat membuka acara East Java Fashion Harmony 2020, Sabtu (14/11/2020).(Foto: iNews.id/istimewa)

BANYUWANGI, iNews.id - East Java Fashion Harmony 2020 kembali digelar di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2020). Digelar dengan latar Pantai So Long Banyuwangi, fashion show bertema ‘Batik Gringsing’ ini berlangsung bersahaja dan indah.

Tema ‘Batik Grinsing’ sengaja diangkat guna mengangkat filosofi batik gringsing sebagai wujud doa kemanusiaan untuk dunia dari Jawa Timur. Filosofi ini diambil dari kebiasaan pembatik Gringsing yang kerap membatik dengan membacakan kalimat doa.

Kekuatan sebuah doa yang disematkan dalam sebuah karya seni berupa batik menjadi wujud ikatan kuat perajin pada pemiliknya, termasuk menggunakannya. Batik gringsing bermakna ‘gring’ yang berarti sakit dan ‘sing’ yang berarti jangan. Maka ‘gringsing’ memiliki makna jangan sakit.

“East Java Fashion Harmony 2020 ini menelusuri jejak Batik Gringsing Jatim di sembilan daerah, yaitu Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, Tuban, Tulungagung, Trengalek, Pamekasan, Bangkalan, dan Banyuwangi,” kata Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa.

Total ada 12 desainer dari Jatim yang berpartisipasi dalam East Java Fashion Harmony 2020. Mereka membawakan rancangan desain dengan tema yang berbeda-beda dan filosofi masing-masing.

Editor : Ihya Ulumuddin