Tangis Sedih Iringi Pemakaman Petinju Hero Tito di Malang, Keluarga: Kami Ikhlas

Avirista Midaada · Jumat, 04 Maret 2022 - 10:59:00 WIB
Tangis Sedih Iringi Pemakaman Petinju Hero Tito di Malang, Keluarga: Kami Ikhlas
Jenazah petinju Hero Tito sesaat sebelum diberangkatkan ke permakaman, Jumat (4/2/2022). (Foto: MPI/Avirista Midaada).

MALANG, iNews.id - Isak tangis mengiringi pemakaman petinju nasional Hero Tito di Tempat Permamakaman Umum (TPU) Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jumat (4/3/2022). Keluarga, kerabat dan rekan tak kuasa menahan sedih. Tangis pecah begitu jenazah Hero diberangkatkan ke permakaman. 

Sejak Jumat (4/3/2022) pagi, ratusan pelayat dari kerabat almarhum, tetangga, hingga rekan-rekan Hero Tito sudah banyak yang berdatangan ke rumah duka yang ada di RT 3 RW 3 Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Jenazah disemayamkan dan disalatkan oleh beberapa keluarga, kerabat, dan rekan-rekan. 

Tampak sesama atlet tinju juga terlihat hadir memberikan penghormatan terakhir kepada pria bernama lengkap Heru Purwanto. Jenazah petinju nasional ini dikebumikan di tempat permakaman umum (TPU) Dusun Sindurejo, Desa Banjarejo, sekitar pukul 08.00 WIB. 

Kakak kandung Hero Tito, Siswanto mengaku pihak keluarga termasuk orang tuanya telah mengikhlaskan kepergian Heru Purwanto. Dia bercerita sosok Hero di mata keluarga dan tetangga sekitar rumahnya dikenal sabar, sopan, dan gemar berbagi. 

"Sangat baik, sangat sopan sama kakak, sama adik, ibu orang tua, keluarga. Orangnya sabar, disiplin baik hati di Jakarta pun orang-orang bilang juga orang baik," kata Siswanto. 

Menurut Siswanto, adiknya sudah mengenal tinju sejak Heru Purwanto berusia 11 tahun atau saat yang bersangkutan duduk di bangku sekolah kelas 5 Sekolah Dasar. Saat itu Siswanto-lah yang mengenalkan olahraga tinju ke adiknya. Sebab dari saudaranya dan sekeluarga hanya Siswanto dan Hero Tito yang menjadi petinju.

"Dia terinspirasi dari saya, belajar sendiri pertama kali belajar sendiri, saya juga petinju latihan di Jaguar. Waktu itu masih Jagung dia ikut, tapi Heru ini pertama latihan pelatihnya Yaniati dulu," katanya. 

Sejak kecil hingga saat di akhir hidupnya Siswanto juga yang selalu diajak Hero untuk pijat setiap kali selesai latihan tinju. Memori ini disebut Siswanto cukup membekas diingatannya, apalagi, dia dan adik kandungnya ini memiliki kedekatan sebagai sesama atlet tinju.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: