Tak Pakai Masker, Pilih Bayar Denda Rp150.000 atau Penjara 3 Hari

Bambang Pramono ยท Selasa, 15 September 2020 - 02:32 WIB
Tak Pakai Masker, Pilih Bayar Denda Rp150.000 atau Penjara 3 Hari
Pelanggar aturan protokol kesehatan tak pakai masker di Sidoarjo jalani sidang di tempat. (Foto: iNews/Bambang Pramono)

SIDOARJO, iNews.id - Masyarakat yang masih kurang sadar akan protokol kesehatan siap-siap untuk mendapat tindakan tegas dari pemerintah. Bagi yang kedapatan tak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah akan langsung sidang di tempat dan wajib bayar denda Rp150.000 subsider tiga bulan penjara.

Aturan ini diberlakukan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mulai Senin (14/9/2020). Petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub di Sidoarjo akan gencar melakukan razia untuk memberi efek jera kepada masyarakat yang tak patuh protokol kesehatan.

Pantauan iNews, Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dipimpin Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji dan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol (Inf) Mohammad Iswan Nusi serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, Senin (14/9/2020). Baru dimulai beberapa menit, sudah ada belasan orang yang terjaring karena tidak memakai masker. Baik itu pengendara motor, penumpang angkutan umum hingga pengguna mobil pribadi.

Pelaksana harian Bupati Sidoarjo Achmad Zaini mengatakan, berbeda dengan razia sebelumnya, saat ini sudah mulai diberlakukan denda Rp150.000 atau hukuman penjara tiga hari bagi warga yang melanggar aturan tidak memakai masker.

Razia ini juga didukung Hakim PN Sidoarjo dan Jaksa Kejaksaan Negeri Sidoarjo. Para pelanggar aturan protokol kesehatan ini akan langsung menjalani sidang di tempat.

Mereka rata-rata didenda Rp150.000 subsider tiga hari. Pada pelanggar yang menjalani sidang di tempat itu harus membayar uang denda hari itu juga. Apabila tidak bisa membayar maka harus menjalani kurungan tiga hari.

Penerapan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan ini sesuai Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020. Perda ini merupakan perubahan Perda Provinsi Jatim Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

Dalam pasal 27 C perda tersebut, pelanggar perorangan dikenai denda maksimal Rp500.000, sedangkan untuk perusahaan maksimal Rp100 juta. Sementara peraturan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan ini juga sebagaimana diatur dalam Perbup Sidoarjo Nomor 58/2020.

"Karena ini masih hari pertama, denda yang dikenakan Rp150.000, namun kalau melanggar lagi akan dilipatkan dendanya," kata Zaini.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menjelaskan, operasi yustisi dengan sasaran orang tak bermasker akan rutin dilakukan setiap hari. Penindakan tegas ini agar masyarakat jera tak melanggar protokol kesehatan.

"Ya ini upaya tegas untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Makanya jangan lupa patuhi protokol kesehatan. Jangan lupa mengenakan masker saat keluar rumah bila tidak ingin dikenakan sanksi sosial hingga sanksi denda maksimal Rp500.000," kata Sumardji.


Editor : Donald Karouw