Tak Terima Dituduh Mencuri, Keponakan Bunuh Paman di Sidoarjo

Yoyok Agusta ยท Senin, 14 September 2020 - 17:00 WIB
Tak Terima Dituduh Mencuri, Keponakan Bunuh Paman di Sidoarjo
Lokasi pembunuhan purnawirawan Polri di Sidoarjo, Jatim. (Foto: iNews/Yoyok Agusta)

SIDOARJO, iNews.id - Seorang purnawirawan Polri di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) tewas dibunuh oleh keponakan Senin (14/9/2020) diri hari. Sebelum tewas, korban dengan pelaku sempat cekcok.

Jasah (73) warga Kelurahan Juwet, Kecamatan Porong, Sidoarjo tewas dibunuh keponakan, Heppy Prima di rumah korban. Pelaku nekat menghabisi nyawa korban lantaran tidak terima dituduh mencuri.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji mengatakan, kejadian bermula ketika pelaku dituduh telah melakukan pencurian di rumah korban. Mengetahui hal tersebut, pelaku bersama kakaknya mendatangi rumah korban pada Minggu (13/9/2020) malam melalui pintu depan.

“Saat itu, korban tidak membukakan pintu. Selanjutnya, pelaku bersama kakaknya membuka paksa pintu belakang rumah korban,” katanya, Senin (14/9/2020).

Korban yang saat itu tengah menonton televisi langsung terlibat cekcok dengan pelaku. Tanpa pikir panjang, pelaku langsung memukul korban dengan balok kayu yang telah dibawa.

Akibatnya, korban tewas di lokasi kejadian dengan beberapa luka memar di bagian leher dan kepala. Mengetahui korban tewas, pelaku bersama kakaknya melarikan diri.

Peristiwa ini baru diketahui satu jam kemudian setelah anak korban tiba di rumah setelah berbelanja. Dia lantas melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Petugas yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan olah TKP. Dari hasil penyelidikan, pelaku pembunuhan mengarah kepada keponakan korban. Pelaku berhasil ditangkap aparat sekitar lima jam usai kejadian.

Kini pelaku beserta kakaknya masih dimintai keterangan di Mapolresta Sidoarjo. Pelaku sudah di tetapkan sebagai tersangka sedangkan kakaknya masih sebatas saksi.

“Diduga motif pembunuhan tersebut karena pelaku sakit hati dituduh mencuri,” katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat Pasal 338 Jo 340 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. Kini kasus tersebut masih dalam pengembangan polisi guna mencari kemungkinan adanya tersangka lain.


Editor : Umaya Khusniah