Suami Jual Istri di Surabaya, Polisi: Aneh, di KK Status Mereka Kakak Adik

Ihya Ulumuddin ยท Kamis, 15 Agustus 2019 - 22:30 WIB
Suami Jual Istri di Surabaya, Polisi: Aneh, di KK Status Mereka Kakak Adik
Tersangka Didik Tri Susilo yang menjual istrinya ke pria hidung belang saat diperiksa petugas Polrestabes Surabaya. (Foto: iNews.id/Ihya/Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Polisi menemukan kejanggalan terhadap identitas penyedia layanan seks threesome asal Kediri. Berdasarkan dokumen Kartu Keluarga (KK), nama korban DR (16) tercantum dalam KK milik keluarga pelaku.

Yang mengejutkan, hubungan keduanya (pelaku dan korban) tertulis sebagai kakak-adik. Padahal, keduanya adalah pasangan suami istri.

Tak hanya itu, korban DR juga memiliki orang tua di Jambi. Temuan inilah yang kini ditelusuri polisi untuk memastikan hubungan pelaku dan korban.

“Kami akan mendatangi orang tua pelaku di Kediri. Mengapa di dalam KK mereka tercatat sebagai adik-kakak. Sementara, korban DR ini memiliki orang tua di Jambi” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yenni, Kamis (15/8/2019).

Yenni mengatakan, penyidik juga akan mendatangi keluarga korban DR di Jambi. Kroscek ini diperlukan untuk mengungkap fakta sebenarnya atas identitas pelaku dan korban dalam kasus prostitusi tersebut.

“Kami curiga, jangan-jangan orang tua korban di Jambi tidak mengetahui anaknya menikah. Sebab, ini aneh, kenapa DR ini masuk dalam KK orang lain. Apa dasar mereka ini memasukkan korban DR dalam KK,” katanya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, korban DR adalah istri siri. DR dinikahi enam bulan lalu, setelah yang bersangkutan hamil di luar nikah. Buah dari hubungan itu, DR memiliki satu anak berusia 1 tahun.

Diketahui, DR yang tengah hamil empat bulan dijual suaminya, Didik Tri Susilo kepada pria hidung belang. DR dijual Rp2 juta untuk layanan seks bertiga (threesome). Untuk mencari pelanggan, pelaku bergabung dengan akun facebook “sensasi tukar istri” dan “sedulur wik wik crew”.

Pelaku sendiri diringkus aparat PPA Polrestabes Surabaya saat tengah mengantarkan korban ke sebuah hotel di Surabaya.


Editor : Kastolani Marzuki