Siswa SMP Korban Perundungan di Malang akan Jalani Operasi Amputasi Jari Tangan

Saif Hajarani ยท Selasa, 04 Februari 2020 - 15:28 WIB
Siswa SMP Korban Perundungan di Malang akan Jalani Operasi Amputasi Jari Tangan
Rumah sakit tempat korban MS dirawat dan akan menjalani operasi amputasi akibat perundungan. (Foto: iNews/Saif Hajarani)

MALANG, iNews.idSiswa SMP di Malang, Jawa Timur (Jatim), MS, yang menjadi korban perundungan teman di sekolah harus menjalani amputasi pada salah satu jari tangan kanan. Keputusan ini diambil setelah dokter dari Rumah Sakit Lavalette mengobservasi kondisi korban.

Hal ini disampaikan paman korban, Taufik Selasa (4/2/2020) siang. Menurutnya, sebenarnya MS sudah diperbolehkan pulang pada Senin (3/2/2020) lantaran secara fisik sudah membaik.

“Namun berdasar observasi lanjutan dari dokter, ujung jari tengah tangan kanan sudah tidak berfungsi dan diharuskan ada tindakan operasi atau amputasi,” katanya.

Rencana tindakan operasi akan dilakukan Selasa (4/2/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.

Hingga saat ini, kata Taufik, keluarga korban tidak membuat laporan ke polisi terkait kasus perundungan ini. Hal ini karena keluarga masih menghormati proses mediasi yang diselenggarakan sekolah.

“Kalau sudah masuk ranah hukum, itu bukan dari kami,” katanya.

Keluarga berharap para terduga pelaku mendapatkan efek jera dari petugas dan pertanggungjawaban dari pelaku. Mereka berharap kejadian seperti ini tidak terjadi pada orang lain.

Sementara menurut pendamping keluarga, bagian hukum dari Lembaga Perlindungan Anak Kota Malang, Zainuddin Albar, mengatakan, pengobatan kepada korban tidak hanya terkait fisik, namun dari sisi psikologis.

“Dari sisi psikologis kan butuh waktu lama dan perlu pendampingan psikolog. Itu juga butuh biaya juga, termasuk korban yang kehilangan banyak waktu di sekolah, itu siapa yang akan bertanggung jawab,” katanya.

Fungsi hukum yang dibawa LPA, kata Albar, lebih menekankan pada efek jera pada pelaku dan bentuk tanggung jawab dari wali pelaku terhadap korban. “Itu yang akan kami kawal,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah