Siswa SD di Mojokerto Dicabuli Anak SMP, 2 Teman Korban Ikut Menonton

Tritus Julan, Sindonews ยท Senin, 04 November 2019 - 19:55 WIB
Siswa SD di Mojokerto Dicabuli Anak SMP, 2 Teman Korban Ikut Menonton
Ilustrasi pencabulan. (Foto: Istimewa).

MOJOKERTO, iNews.id - Seorang siswa SMP di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), mencabuli bocah SD selama dua kali di hari yang sama. Aksi pelajar bahkan dilakukannya di hadapan dua rekan korban.

Aksi pelaku, MA (12), pertama kali mencabuli R (8) pada Minggu (20/10/2019) pagi, pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban sedang bermain di dekat pos ronda yang tak jauh dari rumahnya bersama tiga temannya.

Kemudian, korban diajak pelaku ke sebuah kebun jagung. Di lokasi itulah korban melancarkan aksinya. Usai melampiaskan hasratnya itu, pelaku kemudian mengancam korban supaya tidak bercerita ke siapa-siapa.

Tak hanya itu, pada hari yang sama, sekitar pukul 16.00 WIB, pelaku kembali memaksa korban melakukan hal yang sama. Namun pada saat melakukan aksi yang kedua ini, dua teman korban ikut menonton perbuatan tersebut.

"Karena takut kedua temannya pun tak berani untuk berbicara," kata Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno, kepada wartawan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), Senin (4/10/2019).

Pelaku sempat mengajak korban berpindah tempat agar tidak ketahuan oleh warga. Namun, saat pencabulan itu dilakukan, pemilik lahan jagung berbisnis S yang kebetulan saat itu sedang mengairi lahan memergoki aksi tersebut.

Saksi langsung melaporkan kejadian itu ke orang tua korban dan dilanjutkan ke perangkat desa setempat. Tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, orang tua korban lantas melaporkan kasus tersebut ke Polres Mojokerto.

"Memang benar kita sedang menangani kasus sodomi, yang dilakukan baik tersangka dan korban sebagian besar anak di bawah umur. Statusnya saat ini sudah tersangka," ujar dia.

Dari hasil penyelidikan polisi, korban berjumlah dua orang. Seluruh korban merupakan anak di bawah umur dan masih duduk di bangku SD. Bahkan, ada kemungkinan korban akan bertambah.

"Tapi ini informasinya (korban) masih banyak, jadi kita akan dalami lagi," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal