get app
inews
Aa Text
Read Next : Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

Siola Surabaya Sediakan Ruang Layanan Anak Berkebutuhan Khusus

Rabu, 02 Mei 2018 - 21:39:00 WIB
Siola Surabaya Sediakan Ruang Layanan Anak Berkebutuhan Khusus
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyapa salah satu anak berkebutuhan khusus di ruang ABK Siola, Rabu (2/5/2018). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan ruang layanan keluarga Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Gedung Siola. Rabu (2/5/2018) tadi, ruang di lantai dua mall perizinan ini resmi dibuka oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Ada beberapa fasilitas di ruang ABK tersebut. Di antaranya adalah terapis dan psychology, ruang untuk melatih dan menangani ABK, ruang konseling untuk orang tua, ruang terapi, ruang edukasi bagi orang tua yang ingin mendapatkan berbagai macam informasi pengetahuan untuk mendeteksi pertumbuhan dan perkembangan anak, serta ruang observasi dan bermain.

Tak hanya tempat, Pemkot Surabaya juga menyiagakan guru dengan keahlian khusus. Mereka akan memberikan edukasi kepada keluarga (orang tua), dan mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus selama di sana. “Seburuk apapun kondisinya, mereka tetap ciptaan Tuhan dan itu sama posisinya dimata Tuhan. Tidak ada lagi anak berkebutuhan khusus disembunyikan orang tuanya. Kita semua sama,” kata Risma di sela-sela sambutannya.

Di balik kekurangan ABK, Risma mengingatkan kepada orang tua bahwa Tuhan menyelipkan talenta yang tidak dimiliki oleh orang-orang pada umumnya. “Seperti Albert Einsten yang dinilai gurunya tidak bisa dan mengerti dengan yang diajarkan. Tapi akhirnya, jasanya mempengaruhi dunia hingga saat ini,” ujarnya.

Dirinya juga berharap kepada seluruh industri kesehatan utamanya yang menangani ABK, agar memberikan pelayanan yang terbaik dan mengetahui cara menangani pola dan perilaku ABK. “Kalau kita memberikan yang terbaik dan mampu memecahkan masalah dengan trik yang benar, anak itu akan membawa perubahan bagi dirinya dan dunia seperti halnya Einsten,” ucap Risma.

Ke depan, Risma juga berencana membuat ruang khusus bagi psikologi dan terapi untuk membahas permasalahan anak lalu menganalisis permasalahan yang dialami ABK. Tujuannya, mampu menemukan langkah tepat ketika menangani persoalan yang dialami setiap ABK. “Pemikiran orang banyak akan sangat baik ketimbang satu pikiran saja,” katanya.

Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A), Antiek Sugiharti menyampaikan, ruang layanan keluarga ABK, tidak hanya diperuntukkan untuk ABK saja, melainkan melatih para orang tua agar dapat menangani putra-putrinya secara mandiri. “Orang tua akan dilatih bagaimana cara memberikan terapi yang sesuai untuk perkembangan buah hatinya dengan dibantu psikolog dan terapis,” kata Antiek.

Untuk orang tua yang ingin mengkonsultasikan permasalahan putera/puterinya, langsung datang ke Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) setiap hari pukul 09.00 pagi hingga 04.00 sore. Setelah itu, dilakukan assement untuk menggali data kebutuhan anak lalu membuat program penanganan individual untuk anak dan melatih orang tua agar menindaklanjuti program tersebut.  

Sementara itu, Tim Psikolog Pusat Pembelajaran Anak (PUSPAGA) Wiji Lestari menambahkan, saat ini ada sekitar 20 orang masing-masing 10 orang psikolog dan 10 orang konselor yang siap membantu para orang tua dalam menangani dan mendampingi permasalahan ABK.

Editor: Himas Puspito Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut