Sensasi Makan Soto Kikil Jumbo di Pinggir Sawah, Ada di Sukorambi Jember

Bambang Sugiarto · Minggu, 08 Maret 2020 - 08:13:00 WIB
Sensasi Makan Soto Kikil Jumbo di Pinggir Sawah, Ada di Sukorambi Jember
Soto Kikil Jumbo Khas Madura di Jember, Minggu (8/3/2020) (Foto: iNews/Bambang Sugiarto)

JEMBER, iNews.id - Memasuki musim hujan, santapan hangat dinilai sangat cocok bagi sebagian orang. Salah satu alternatif makanan bagi warga Jember, Jawa Timur (Jatim) yakni soto kikil jumbo khas Madura yang ada di Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi.

Pemiliknya, Maryati mengadopsi kikil sapi itu dari Sumenep, Madura dengan bumbu seperti kacang, petis, bawang goreng, cabe dan sedikit gula berikut garam. Namun di Jember dia menyajikan kikil sapi itu tak biasa.

Dia menyajikan sajian soto dalam kondisi kikil berukuran besar. Menurutnya, soto tersebut sangat disukai pelanggan.

Soto Kikil Jumbo dengan Nasi disajikan di Jember, Minggu (8/3/2020) (Foto: iNews/Bambang Sugiarto)
Soto Kikil Jumbo dengan Nasi disajikan di Jember, Minggu (8/3/2020) (Foto: iNews/Bambang Sugiarto)

Sebelum disajikan kepada pelanggan, Maryati meracik kikil sapi sedemikian rupa dengan cara direbus hingga matang dan empuk. Agar lebih nikmat, Maryati juga memberi bumbu khas madura.

Setelah itu, kikil sapi tersebut disajikan dengan nasi, sambal, serta minuman hangat seperti teh atau jahe panas.

"Kami pakai kikil jumbo. Biar pelanggan puas," kata Maryati, Minggu (8/3/2020).

Dia tak menyangka justru peminat kikil tersebut sangat banyak. Pelanggannya banyak bersal dari mahasiswa hingga keluarga yang mencari hidangan soto di Jember.

"Kalau Sabtu dan Minggu pasti sangat ramai di sini," ucapnya.

Warungnya yang berlokasi di pinggir sawah juga cocok untuk menyantap menu kikil sapi jumbo karena suasananya dingin apalagi saat hujan. Soto ini bisa jadi alternatif saat penyuka soto ingin menghangatkan badan.

Salah satu pelanggannya, Istiqomah mengaku tiap kali bertandang selalu memesan kikil sapi jumbo. Soto tersebut dinilai unik karena bisa langsung menyantapnya dengan memegang tulang sapinya.

"Biasanya kan kikil dipotong-potong. Kalau di sini tidak, unik saja," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel: