Sebelum Bunuh Siswi TK di Pasuruan, Pelaku Perkosa Korban 2 Kali Disaksikan Istri

Jaka Samudra ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 19:20 WIB
Sebelum Bunuh Siswi TK di Pasuruan, Pelaku Perkosa Korban 2 Kali Disaksikan Istri
Kapolres Pasuruan AKBP Rofik Ripto Himawan menanyakan alasan MT (27) membunuh RR (4) saat pemaparan kasus di Mapolres Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Jatim, Rabu (8/7/2020). (Foto: iNews/Jaka Samudra)

PASURUAN, iNews.id – Aksi pelaku yang membunuh siswi TK di Dusun Plumpang, Desa Tangggulangin, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (7/7/2020), terbilang sadis. MT(27), tak hanya membunuh korban RR (4), tapi juga terlebih dulu memerkosa bocah malang yang juga tetangganya itu.

Dari hasil pemeriksaan penyidik Polres Pasuruan, MT dan istrinya IM (19), yang baru menikah dua pekan lalu telah merencanakan aksi mereka. Pelaku MT mengaku awalnya membujuk putri sulung dari tiga bersaudara pasangan Sucipto dan Satuha itu untuk membeli es krim. Dia lalu mengajak RR ke rumahnya yang tak jauh dari rumah korban.

Sampai di rumah, MT memerkosa RR hingga dua kali di hadapan sang istri. Yang mengejutkan, sang istri hanya diam dan terkesan tidak mau tahu dengan perbuatan suaminya.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofik Ripto Himawan mengatakan, pemerkosaan yang dilakukan pelaku terhadap RR dibuktikan dari hasil autopsi. “Ada beberapa luka di bagian kemaluan korban,” ujar Kapolres Pasuruan di Pasuruan, Rabu (8/7/2020), saat pemaparan kasus di Mapolres Pasuruan.

Setelah memerkosa korban, pelaku membawa korban ke sawah. Dia kemudian merampas perhiasan bocah itu seperti liontin dan gelang emas. Tak puas sampai di situ, pelaku memukul korban dari belakang dengan kayu yang diambil oleh istrinya di lokasi kejadian. Korban selanjutnya ditenggelamkan ke kubangan sawah hingga tak bernyawa.

"Dari hasil rekonstruksi, pelaku memukul korban, lalu korban dibenamkan di kubangan di sawah. Pelaku MT dibantu istrinya IM," ujar Kapolres.

Kapolres Pasuruan mengatakan, masih mendalami motif kedua pelaku membunuh bocah malang itu. Polisi berencana melibatkan psikolog untuk memeriksa kejiwaan pelaku karena perbuatannya terbilang

“Niat sebenarnya seperti apa, kami masih dalami dan libatkan ahli psikologi. Secara logika berpikir, hanya manusia yang tidak waras aja yang melakukan ini. Orang sudah tidak berdaya, sudah dibenamkan, balik lagi untuk memastikan korban sudah mati, dibenamkan lagi,” kata AKBP Rofik Ripto Himawan

Kedua pasangan suami istri itu ditangkap petugas Satreskrim Polres Pasuruan sebelum 1 kali 24 jam setelah korban dilaporkan hilang oleh keluarganya, Selasa sore (8/7/2020). Keduanya diamankan dari rumahnya.

“Kami menerima laporan anak hilang itu jam 13.30 WIB kemarin dan jam 8 malam kami sudah tangkap pelakunya,” kata Kapolres Pasuruan.

Sementara pelaku MT mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena butuh uang. “Kami butuh uang. Saya bunuh dia karena takut sama orang tuanya,” kata pelaku, MT.

Kedua pelaku ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat pasal berlapis di antaranya pemerkosaan, perampasan, disertai pembunuhan. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, kedua pelaku dijebloskan ke sel khusus terpisah.

Diberitakan sebelumnya, RR ditemukan tak bernyawa di kubangan tengah sawah dusun setempat. Saat ditemukan, perhiasan korban hilang. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi yang dalam hitungan jam berhasil menangkap kedua pelaku.


Editor : Maria Christina