Satu Calon Bupati Trenggalek Positif Covid-19, Tahapan Pilkada Paslon Ditunda

Antara ยท Sabtu, 12 September 2020 - 20:42 WIB
Satu Calon Bupati Trenggalek Positif Covid-19, Tahapan Pilkada Paslon Ditunda
Ketua KPU Trenggalek Gembong Derita Hadi menyampaikan pengumuman penundaan tahapan pilkada di Kantor KPU Trenggalek, Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (12/9/2020). (Foto: Antara)

TRENGGALEK, iNews.id - Salah satu calon bupati Trenggalek yang mendaftar di bursa pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat, terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil tes swab atau usap PCR. Dampaknya, tahapan pilkada untuk yang bersangkutan bersama pasangan calonnya harus ditunda.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek, Gembong Derita Hadi, menanggapi kabar yang beredar mengenai status kesehatan calon kepala daerah. Hasil tes usap itu baru diketahui KPU Trenggalek pada 7 September, setelah tim pasangan bakal calon bupati/wakil bupati yang tidak disebut nama maupun inisialnya itu menyerahkan kepada panitia pendaftaran.

Kondisi calon bupati tersebut kini menjalani isolasi mandiri di suatu tempat di luar Trenggalek. Statusnya OTG (orang tanpa gejala) Covid-19.

"Dengan adanya satu calon yang hasil tes usapnya positif Covid-19, kami memutuskan untuk menunda sejumlah tahapan karena ada satu pasangan yang belum bisa mengikuti tes kesehatan, sesuai jadwal," kata Gembong saat jumpa pers di gedung KPU Trenggalek, Sabtu (12/9/2020).

Gembong mengatakan, dampak dari kondisi calon bupati yang positif Covid-19, maka yang bersangkutan bersama pasangan calonnya belum bisa mengikuti tes kesehatan yang dijadwalkan berlangsung di RSAL Surabaya mulai tanggal 7-8 September. Seharusnya persyaratan surat keterangan sehat termasuk keterangan bebas Covid-19 ini diserahkan ke KPU pada saat pendaftaran, 4 September lalu.

"Namun yang bersangkutan belum membawanya dan hanya melampirkan surat keterangan hasil tes cepat (rapid tes) dengan alasan hasil tes usapnya belum keluar," kata Gembong.

Lantaran tahapan pilkada tidak berjalan sesuai rencana, KPU kemudian menggelar rapat pleno dan berkoordinasi dengan KPU pusat, membahas masalah ini. Hasilnya, sejumlah tahapan pascapendaftaran diundur untuk satu pasangan calon. Tahapan pilkada yang diundur di antaranya tahapan pemeriksaan kesehatan, verifikasi dan penyerahan perbaikan dokumen syarat calon.

Namun, penundaan tahapan pilkada itu hanya berlaku untuk satu pasangan calon yang berhalangan karena masalah kesehatan atau terinfeksi virus corona. Sementara satu pasangan lainnya tetap berlangsung sesuai jadwal.

"Sekalipun ditunda untuk satu pasangan calon, nantinya tahapan kami harapkan kembali berjalan normal saat masuk fase penetapan pasangan calon pada 23 September. Kami berharap calon yang positif Covid-19 ini sudah negatif (sembuh) lebih cepat sehingga bisa melalui tahapan yang tertunda," katanya.

Sesuai pendaftaran di KPU, Pilkada Trenggalek diikuti dua pasangan bakal calon bupati/wakil bupati, petahana Mochamad Nur Arifin berpasangan dengan Syah Natanegara yang diusung koalisi dari tujuh partai politik (PDIP, Golkar, PPP, PAN, Demokrat, Gerindra, dan Hanura).

Pasangan penantangnya, Alfan Riyanto-Zaenal Fanani diusung koalisi antara PKB dengan PKS yang memiliki 17 kursi di DPRD Trenggalek.

Petahana Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin sempat memberikan klarifikasi bahwa dirinya bukanlah calon yang disebut KPU positif Covid-19.

"Saya dan Syah (Natanegara) waktu menyerahkan berkas pendaftaran dan persyaratan sudah melampirkan surat keterangan bebas Covid-19 berdasarkan hasil tes usap PCR yang dikirim di RSUD dr. Soetomo, Surabaya," katanya.


Editor : Maria Christina