Santriwati Korban Pemerkosaan Pengasuh di Jombang Bertambah 7 Orang 

Mukhtar Bagus · Minggu, 21 Februari 2021 - 11:35:00 WIB
Santriwati Korban Pemerkosaan Pengasuh di Jombang Bertambah 7 Orang 
Oknum pengasuh pesantren di Jombang digelandang polisi karena memperkosa santriwati. (Foto: iNews.id/Santriwati).

JOMBANG, iNews.id - Korban kasus dugaan pencabulan dan pemerkosaan oleh pengasuh pesantren di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang bertambah. Hasil penyelidikan polisi, ada tujuh santriwati baru yang ikut menjadi korban. 

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan, tujuh santri yang diduga ikut menjadi korban tengah menjalani pemeriksaan. "Ada tujuh saksi (korban) baru. Sekarag masih didalami," katanya, Minggu (21/2/2021). 

Agung berjanji akan terus mendalami kasus dugaan pemerkosaan ini dengan tuntas. Karena itu, bukti-bukti tambahan baru terus dikumpulkan, termasuk kemungkinan santri lain yang ikut menjadi korban. "Pemeriksaan masih terus berlangsung," katanya. 

Sementara itu, suasana pondok pesantren milik pelaku pencabulan dan pemerkosaan terpantau sepi. Pantauan iNews.id, sejumlah kamar santri terlihat kosong. Di dalam pesantren hanya tinggal beberapa santri yang juga menunggu dijemput keluarga. 

Beberapa di antara mereka terlihat sibuk berkemas, bersiap meninggalkan pesantren. Informasi yang dihimpun, para santri memilih pulang setelah pengasuh mereka ditangkap polisi dan ditahan. 

Diketahui, pengasuh salah satu pesantren di Kecamatan Ngoro ditangkap atas dugaan pencabulan dan pemerkosaan. Informasih yang dihimpun, pelaku leluasa mencabuli santriwatinya karena yang bersangkutan merupakan pengasuh pesantren yang paling dihormati dan ditakuti. 
 
Pelaku mencabuli korban dengan berbagai modus, seperti mengajak salat malam atau  mengajak santriwatinya yang berparas cantik untk mengaji khusus. Bahkan, sebagian korban juga disetubuhi oleh pelaku di dalam kamar santriwati. 
 
Kasus oknum pengasuh pesantren cabul ini terungkap setelah salah satu santriwatinya yang kabur dari pesantren dan pulang untuk mengadu kepada orang tuanya. 
 
Setelah dilaporkan kepada polisi dan dilakukan penyelidikan, hanya enam santriwati yang berani melapor. 

Editor : Ihya Ulumuddin

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel: